Ada Pertemuan Da'i dan Ulama Internasional, Aliansi Peduli Ulama Indonesia Minta Aksi 67 Dihentikan

Untuk diketahui bahwa saat ini telah berlangsung pertemuan da'i ulama Internasional di Hotel Cempaka dari tanggal 3 hingga 6 Juli 2018.

Penulis: Suci Febriastuti | Editor: Ilusi Insiroh
TRIBUNJAKARTA.COM/SUCI FEBRIASTUTI
Massa gabungan mengatasnamakan Aliansi Peduli Ulama Indonesia yang melakukan aksi untuk meminta Gubernur DKI Jakarta menghentikan Aksi 67 di depan Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (5/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ratusan massa gabungan mengatasnamakan Aliansi Peduli Ulama Indonesia didukung Front Penegakan Keadilan Sosial (F-PKS) menggelar aksi simpatik untuk citra ulama Indonesia di depan Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (5/6/2018).

Mereka mendesak para ulama Indonesia yang ikutan dalam pertemuan da'i dan ulama Internasional itu turut tergerak mencegah dan menghentikan aksi 67 yang diinisiasi Persatuan Alumni (PA) 212 demi menjaga marwah dan citra ulama Indonesia.

"Demi menjaga citra ulama Indonesia di mata ulama dunia, kami mengharapkan para ulama Indonesia bisa ikutan menstop aksi 67 tersebut karena memiliki agenda politik didalamnya, tidak murni aspirasi umat," ungkap Koordinator aksi Ustadz Dullah, saat berorasi.

Syahrini Persoalkan Jargon Syantik, Nikita Mirzani: Jangan Ngeklaim Kalau Belum Dipatenin

"Jangan simpan dendam lagi, biarkan mekanisme hukum yang mengurusnya. Ulama hanya mengingatkan tak perlu lagi pengerahan massa yang justru merugikan orang lain khususnya pengguna jalan. Pilkada telah usai, kalau jagoannya kalah ya diterima saja, bersikap ksatria. Ranah hukum urusannya Polisi," tambahnya.

Untuk diketahui bahwa saat ini telah berlangsung pertemuan da'i ulama Internasional di Hotel Cempaka dari tanggal 3 hingga 6 Juli 2018.

Ia juga meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan pengertian kepada peserta aksi 67 yang mayoritas pendukungnya untuk bisa menghormati pertemuan ulama dan Da'i Internasional.

"Mari sama-sama ikut menjaga ketentraman di tanah air ini, merajut lagi keberagaman, bina lagi persatuan. Paling penting adalah kami tak ingin ulama Indonesia dicap sebagai ulama tukang demo, jaga citra ulama Indonesia itu lebih penting," ucap Dullah.

Ia juga meminta pihak Polda Metro Jaya untuk mencabut aksi 67 yang akan dilakukan besok, Jumat (6/7/2018).

Sederet Fakta Saripah Tewas Ditembak Begal di Tangerang, Jadi TKI di Thailand hingga Diduga Hamil

"Terakhir adalah Polda Metro Jaya, kami mendesak agar mencabut izin aksi atau tidak memberikan izin soal aksi tersebut. Hormati pertemuan ulama di Indonesia, jangan coreng nama baik ulama Indonesia dengan demo-demo," jelasnya.

Dullah berharap agar pertemuan ulama dunia itu bisa menghasilkan formula yang konkrit soal menjaga harmonisasi dan persatuan khususnya didalam negeri.

Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terpengaruh dengan aksi 67 yang akan digelar oleh PA212 itu bila ingin bersama-sama menjaga nama baik ulama Indonesia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved