20 Karung Limbah Minyak Sudah Dibersihkan dari Pulau Pari
"Nah tadi saya sudah arahkan itu dimasukan ke dalam karung karena itu kan limbah B3 ya. Nanti dibawa menggunakan kapal sampah," kata Yusen.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, KEPULAUAN SERIBU SELATAN - Tumpahan minyak yang muncul di perairan Pantai Bintang, Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Pulau Seribu, Jumat (6/7/2018) pagi ini sudah dibersihkan oleh petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu.
Dari hasil pembersihan, para petugas sedikitnya mengumpulkan 20 karung limbah minyak yang sudah bercampur dengan pasir putih.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Yusen Herdiman menjelaskan, limbah minyak tersebut pembersihannya harus dipisahkan dengan sampah lainnya. Pasalnya, limbah itu termasuk limbah B3 yang beracun.
"Nah tadi saya sudah arahkan itu dimasukan ke dalam karung karena itu kan limbah B3 ya. Nanti dibawa menggunakan kapal sampah," kata Yusen.
Dari Pulau Pari, kapal pengangkut sampah akan menuju ke Dermaga Kali Adem di Muara Angke, Penjaringan.
Barulah dari Dermaga Kali Adem, 20 karung berisi limbah minyak yang sudah bercampur pasir putih akan dibawa ke pusat pengolahan limbah.
"Jadi karung kita tuh ditaruh di kapal, dibawa ke Kali Adem, Muara Angke, nanti kita pisahkan bawa ke pusat pengolahan limbah, jadi nggak boleh dicampur dengan sampah yang lain," terangnya.
Yusen menyebut, pembersihan terhadap sampah dan limbah yang mencemari lautan Kepulauan Seribu memang menjadi atensi Sudin LH Kepulauan Seribu.
Hal itu demi menjaga estetika lautan Kepulauan Seribu.
"Mudah-mudanan sih nggak ada lagi ya, namanya juga samudera yang penting saya nggak biarin ya, saya bersihin," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/tumpahan-limbah-minyak-kembali-menggumpal-di-lautan-tepi-pantai-bintang-pulau-pari_20180706_152543.jpg)