Laga perempat Final Piala Dunia 2018 Brasil vs Belgia Dianggap Terlalu Pagi

"Melihat materi pemain, kedua tim seharusnya tidak bertemu di babak perempat final. Kami seharusnya berjumpa mereka minimal di babak semifinal,"

Laga perempat Final Piala Dunia 2018 Brasil vs Belgia Dianggap Terlalu Pagi
AFP Photo
LATIHAN- Pelatih Brasil, Tite, mengawasi para pemainnya berlatih jelang uji coba melawan Jerman, Rabu (28/3) dini hari 

TRIBUNJAKARTA.COM - LAGA perempat final Piala Dunia 2018 antara Brasil melawan Belgia layak disebut sebagai final kepagian. Sama‑sama memiliki materi yang terbilang 'mewah', duel di Kazan Arena pada Sabtu (7/7) dini hari nanti seakan menjadi pertandingan yang terjadi terlalu dini.

"Melihat materi pemain, kedua tim seharusnya tidak bertemu di babak perempat final. Kami seharusnya berjumpa mereka minimal di babak semifinal," kata  pemain belakang Belgia, Vincent Kompany.

Di antara kontestan Piala Dunia kali ini, tak bisa dimungkiri Belgia adalah salah satu yang memiliki materi yang sangat mewah. Dari bawah mistar hingga ke lini depan, mereka memiliki pemain berstatus bintang.

Sandiaga Uno Sebut Foto Hantu Muncul Saat Pelantikan Wali Kota di Balai Kota Hoaks

Di bawah mistar gawang mereka memiliki Thibaut Courtois. Di depannya ada Kompany, Jan Vertonghen, dan Alderweireld sebagai trio di lini pertahanan.

Sementara di tengah, nama‑nama sepert Kevin De Bruyne, Eden Hazard, Dries Mertens, Axel Witsel, hingga Marouane Fellaini siap memasok umpan matang untuk Romelu Lukaku.

Dengan sumber daya yang mereka miliki sekarang, lebih dari memadai bagi Belgia untuk bisa merajai dunia.

Skuat mereka saat ini bahkan dilabeli generasi emas karena mayoritas pemainnya merupakan tulang punggung klub‑klub top Eropa.

"Istilah generasi emas sebenarnya bukan berasal dari para pemain. Kami juga tidak terlalu peduli istilah tersebut. Namun, laga melawan Brasil akan menentukan buat kami. Ada semacam level yang harus kami capai, dan kami hanya bisa mencapainya jika mampu mengalahkan Brasil," kata Kompany seperti dilansir oleh Reuters.

Kompany benar. Dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Piala Dunia 2014, Belgia sebenarnya sudah memiliki skuat mewah. Namun meski diperkuat pemain‑pemain bertalenta, mereka sulit berprestasi.

Empat tahun lalu mereka takluk di tangan Argentina pada babak perempat final Piala Dunia 2014. Dua tahun berselang pada Piala Eropa 2016, Belgia terhenti di babak serupa karena kalah dari Wales.

Halaman
123
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved