Breaking News:

Laga perempat Final Piala Dunia 2018 Brasil vs Belgia Dianggap Terlalu Pagi

"Melihat materi pemain, kedua tim seharusnya tidak bertemu di babak perempat final. Kami seharusnya berjumpa mereka minimal di babak semifinal,"

Editor: Ilusi Insiroh
AFP Photo
LATIHAN- Pelatih Brasil, Tite, mengawasi para pemainnya berlatih jelang uji coba melawan Jerman, Rabu (28/3) dini hari 

Laju impresif Brasil itu tentunya tak bisa dipisahkan dari sentuhan Adenor Leonardo Bacchi alias Tite. Sebagai juru taktik, dia mampu meredam ego pemain bintang Brasil, membentuk senyawa tim yang kuat, mengksploitasi kemampuan individu pemain Brasil yang di atas rata‑rata, dan membangun organisasi pertahanan disiplin sekaligus tangguh.

Efek Tite yang dijuluki "Profesor" ini terwujud dalam statistik mentereng. Dari 25 laga yang sudah dijalani di bawah kendali Tite, Brasil menorehkan 20 kali kemenangan, 4 imbang, dan  hanya 1 kalah, yakni dalam partai persahabatan kontra Argentina dengan skor 0‑1 pada 2017 lalu.

Catatan impresif lainnya adalah pertahanan Selecao yang terbilang meyakinkan. Dari 25 laga tersebut, Brasil hanya kebobolan 6 gol dan mencatat 19 kali tak kebobolan.

Brasil juga tak pernah kebobolan lebih dari satu kali dalam sebuah pertandingan.

Bek Brasil, Miranda, bahkan menyebut pertahanan Brasil ini hampir serupa dengan Italia yang telah lama dikenal dengan lini pertahanan yang kuat.

"Selecao ini berbeda dengan yang ada di masa lalu. Kami sangat kuat, kami hanya kebobolan sedikit gol dan pada setiap pertandingan kami tahu bahwa pemain depan kami dapat mencetak gol," kata Miranda kepada El Pais.

"Saya akan mengatakan itu adalah tim Brasil yang cukup bagus, karena kami lebih fokus pada gerakan defensif. Thiago Silva dan saya sama‑sama belajar banyak dari Serie A tentang cara bertahan," ucap pemain klub Inter Milan itu.

Usai Sandiaga Tinggalkan Lokasi, Parkir Meter di Kali Besar Ditutup

Melihat rekor impresif calon lawan, Martinez menegaskan Belgia harus bermain militan. Fisik yang tangguh dan serangan balik cepat seperti yang diperagakan untuk menjebol gawang Jepang di akhir laga akan menjadi tumpuan.

"Di Piala Dunia, Anda ingin tampil sempurna. Namun, ini adalah tentang bagaimana  kita bisa melewati fase sulit, ini semata‑mata tentang kemenangan," ujar eks pelatih Everton dan Wigan Athletic itu.

"Tentu saja kami harus punya pertahanan solid. Kami juga harus saling mengerti bagiamana menghadapi Neymar dan Coutinho yang hanya butuh satu detik untuk mengubah permainan," imbuhnya.

Dengan materi pemain bintang di setiap lini dan persentase kemenangan paling tinggi sejauh ini, Brasil dan Belgia merupakan tim favorit dalam perburuan trofi. Bentrokan keduanya yang terlalu prematur di fase gugur membuat babak 8 Besar akan terasa bagaikan final. (tribunnews/dod)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved