Breaking News:

Retas Situs Bawaslu, Pelaku Ngaku Iseng Belajar dari Google

DS pelaku peretasan mengaku hanya iseng dan memilih acak website yang akan ia retas.

TRIBUNJAKARTA.COM/ NOVIAN ARDIANSYAH
DS pelaku peretasan website Bawaslu saat berada di Kantor Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - DS pelaku peretasan mengaku hanya iseng dan memilih acak website yang akan ia retas.

Sebelumnya Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap DS yang merupakan pelaku peretasan website milik Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pada Sabtu (30/6/2018) di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Meski beberapa kali meretas situs milik pemerintah, ia mengaku, memilih acak situs-situs mana yang akan ia retas.

"Bukan cuma milik pemerintah tapi dipilih secara random, terkadang ada situs kecil, situs besar, enggak target," kata DS kepada wartawan di Kantor Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018).

Dikabarkan Selingkuh dengan Pramugari Punya Anak Dua, Sule Sebut Kebohongan Akan Terbongkar

Berawal dari belajar meretas secara autodidak sejak 2016, DS mengaku, dirinya hanya sekedar iseng melakukan peretasan.

"Belajar autodidak dari Desember 2016, belajar cari-cari dari Google," kata DS.

"Alasan cuma iseng saja enggak maksud apa-apa. Nyesel pasti ada, nyesel kan datang belakangan," tambahnya.

DS menambahkan, dirinya tak tahu dengan konsekuensi melakukan peretasan terhadap pelanggaran UU ITE.

Ia malah mengaku bangga jika dapat membobol dan meretas website-website yang ia pilih secara random.

Halaman
12
Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved