Breaking News:

Retas Situs Bawaslu, Pelaku Ngaku Iseng Belajar dari Google

DS pelaku peretasan mengaku hanya iseng dan memilih acak website yang akan ia retas.

TRIBUNJAKARTA.COM/ NOVIAN ARDIANSYAH
DS pelaku peretasan website Bawaslu saat berada di Kantor Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/7/2018). 

"Itu saya kurang tahu (konsekuensi), cuma bangga saja iseng retas," ujarnya.

Sakit Hati Fotonya Disebut Editan, Inul Ungkap Perjuangan Merawat Tubuh: Beli Masker di Ujung Korea

Ia bahkan mengatakan, situs pemerintah yang dapat diretas olehnya menandakan bahwa sistem keamanan pada website tersebut masih lemah.

"Sistem pemerintah masih sangat lemah," kata DS.

Kasubdit II Kombes Pol Asep Safrudin, mengatakan, DS melakukan peretasan kepada situs http://program.inforapat.bawaslu.go.id/index.html dengan modus mengubah tampilan website tersebut.

"Modusnya mengubah tampilan defice, hanya mengubah tampilan saja dan tidak ada kaitan dengan KPU," kata Asep.

Adapun motif pelaku melakukan peretasan tersebut, dikatakan Asep, hanya sekedar iseng.

"Iseng dan untuk mencoba firewell (sistem keamanan) dari website Bawaslu tersebut," ujar Asep.

Cuek Saat Dibully, Syahrini Sebut Artis yang Kerap Balas Komentar Haters Kurang Kerjaan

Selain meretas website milik Bawaslu, DS sebelumnya juga sudah melakukan peretasan terhadap website milik pemerintah dan lainnya.

"DS juga melakukan peretasan pada website DPRD Banten, website milik Yayasan Al-Muslim, dan puluhan website lainya,"

Atas perbuatannya tersebut DS terancam 10 tahun penjara dengan dijerat Pasal 33 Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik.

Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved