Tiga Ledakan Guncang Bangil, Pelaku Lolos dari Kepungan

"Sesampainya saya di lokasi, pelaku sudah keluar dari rumah dan dikejar warga. Melihat saya, pelaku langsung berlari menuju ke arah saya, "

URYA/GALIH LINTARTIKA
Petugas Kepolisian melakukan oleh TKP di kediaman AB, pelaku teror bom rakitan, di Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/7/2018). Bom meledak sebanyak tiga kali sekitar pukul 11.55 WIB, hingga kini tersangka AB masih dalam pengejaran pihak Kepolisian setelah berhasil melarikan diri. SURYA/GALIH LINTARTIKA 

TRIBUNJAKARTA.COM, PASURUAN - Sebanyak tiga ledakan bom mengguncang Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sekira pukul 11.30 WIB, Kamis (5/7).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun terduga pelaku pembuat bom, Abdullah alias Awardi (50), melarikan diri dari rumah kontrakannya, Jl Pepaya RT 01, RW 01,  Desa Pogar, menggunakan sepeda motor dan kemudian menumpas bus umum.

Saat berupaya melarikan diri, Abdullah, sempat mengejar Kapolsek Bangil, Komisaris Polisi (Kompol) M Iskak. Abdullah mengejar Kapolsek sambil membawa tas berisi bom.

Berawal ketika Kapolsek mendapatkan laporan dari warga ada ledakan di Desa Pogar. Iskak kemudian mendatangi lokasi kejadian. 

"Sesampainya saya di lokasi, pelaku sudah keluar dari rumah dan dikejar warga. Melihat saya, pelaku langsung berlari menuju ke arah saya, " kata Kapolsek.

Bantah Keterangan Mantan Kepala Bappenas, Yusril Sebut Kwik Kian Gie Keliru

Mengira tas ransel yang dibawa Abdullah berisi bom, Kapolsek berupaya menyelamatkan diri. Kapolsek  masuk ke dalam gang sempit di antara rumah‑rumah warga, namun Abdullah terus  mengejarnya sampai ke sudut tersempit.

"Jujur saya takut. Tapi, saya tidak bisa diam. Saya tahu pelaku yang membawa bom, berdasar informasi warga. Oleh karena itu saya terus lari," tambahnya.

Seberapa jauh Kapolsek lari? Ia mengaku ia berlari lebih dari 1 kilometer. Saat jaraknya dengan pelaku sudah dekat, pelaku melempar tas ranselnya ke arah Kapolsek.

"Untungnya saya bisa menghindar. Tas itu jatuh ke trotoar dan langsung meledak. Saya tetap lari dan masuk ke kerumunan warga," tambah Kompol Iskak.

Setelah terduga teroris asal Serang, Provinsi Banten, tersebut menyerang Kapolsek, ia melarikan diri menggungakan sepeda motor Suzuki Spin N 4881 AI. Selajutnya Abdullah meninggalkan sepeda motor itu di Kantor Pegadaian  Bangil dan mencegat bus umum.

Halaman
1234
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved