Aris Mengaku Khilaf Usai Bunuh dan Curi Perhiasan Milik Kekasihnya

Setelah Rina tewas, ungkap Edy, Aris langsung mengambil barang berharga Rina berupa cincin, kalung, dan ponsel

Aris Mengaku Khilaf Usai Bunuh dan Curi Perhiasan Milik Kekasihnya
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Aris berjalan dengan dikawal polisi ketika dihadirkan di Mapolres Metro Jakarta Barat. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Aris mengaku masih mencintai Rina Casrina (21), kekasihnya yang ia bunuh dengan cara dicekik.

Ia sakit hati karena sang kekasih enggan menjalin cinta dengannya lagi. Pria berusia 33 tahun ini pun mengaku khilaf membunuhnya.

"Saya khilaf. Saya ini masih cinta sama dia (Rina). Saya sakit hati dia tak mau lagi (berpacaran) sama saya. Padahal saya sudah niat juga untuk melamarnya," ungkap warga asal Bogor, Jawa Barat, yang bekerja sebagai kenek buruh bangunan di Kembangan, di halaman Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (6/7/2018).

Aris mengaku tak bisa menahan emosinya ketika Rina mengungkapkan tak ingin lagi menjalin cinta bersamanya di sebuah gudang, di RT 02/01, Jalan Meruya Ilir, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (29/6/2018) malam.

Tidak dapat menahan emosi, Aris langsung mencekik hingga menginjak-injak leher Rina di gudang tersebut.

"Iya saya cekik, saya betul-betul sakit hati," ujar Aris.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan, Aris memang mantan kekasih Rina. Aris menghabisi nyawa pacarnya tersebut di sebuah gudang pada malam hari.

"Hasil pemeriksaan terhadap tersangka Aris ini diketahui berawal pada Rabu (27/6/2018), tersangka Aris mengajak korban Rina untuk bisa bertemu dengan kedua orangtuanya. Rina pun menolak mentah-mentah, alasan ada kerjaan serta mau mengantarkan temannya untuk melamar kerja," papar Edy.

Penolakan itu, lanjut Edy, menuai cekcok. Percekcokan itu membuat hubungan Aris dan Rina terhenti. Rina memutuskan Aris saat itu juga.

"Tersangka (Aris) bilang ke korban (Rina) saat itu 'Kamu lebih memilih teman daripada aku', kata Aris, si duda anak satu ini," jelas Edy.

Halaman
12
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved