Breaking News:

Komplotan Pencuri Barang Pegawai Kantor Staf Kepresidenan Ditangkap, Polisi Tembak Kaptennya

"Ada satu pelaku lagi bernama Buyung yang masih dalam pengejaran kami. Jadi total ada enam pelaku dan ada lima yang sudah kami amankan," tutur Nico.

Net
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM- Polisi mengamankan lima pelaku pencurian sejumlah barang milik Armedya Dewangga, tenaga ahli di Kantor Staf Kepresidenan (KSP) RI.
Satu di antaranya ditembak mati karena melawan petugas saat akan diamankan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta menyebutkan, kelima pelaku bernama Ramalia alias Ramli, Suhemi alias Toing, Komar alias Abdul, Dany, dan Ahmad Mahmudi.

Kalah 0-2 dari Inggris, Pelatih Swedia Sebut Sulit Melawan Tim yang Memainkan 5 Pemain Bertahan

"Ramalia merupakan kapten komplotan pencuri ini. Kami melakukan tindakan tegas dan terukur (tewas ditembak) karena yang bersangkutan melawan petugas saat akan diamankan," ujar Nico, Minggu (8/7/2018).

Nico menjelaskan kronologi penangkapan kelima pelaku pencurian beserta dua orang penadah bernama Ade Junaidi dan Heru Astanto. Dia mengatakan, Ramalia merupakan pelaku sekaligus kapten komplotan yang pertama kali ditangkap.

Lakukan 3 Penyelamatan Krusial Saat Lawan Swedia, Gareth Southgate Puji Jordan Pickfod

Namun saat ditangkap, Ramalia mencoba merebut senjata milik polisi sehingga dikenakan tindakan tegas dan terukur.

"Sebagai kapten komplotan Ramalia ini bertindak sebagai pencari target. Setelah target didapat pelaku lain akan bergerak melancarkan aksinya," lanjut Nico.

Setelah melumpuhkan Ramalia, polisi mengembangkan dan menangkap pelaku lainnya bernama Suhemi, Komar, Dany, dan Ahmad sebagai eksekutor. Saat akan diamankan, para pelaku berusaha melarikan diri sehingga polisi menembak kaki para pelaku.

"Ada satu pelaku lagi bernama Buyung yang masih dalam pengejaran kami. Jadi total ada enam pelaku dan ada lima yang sudah kami amankan," tutur Nico.

Setelah dikembangkan, Polisi menangkap Ade Junaidi dan Heru Astanto sebagai penadah. Saat diamankan, Heru juga melawan sehingga juga didor polisi. Saat perjalanan menuju rumah sakit, Heru tewas.

Sebelumnya diberitakan, Armedya kehilangan sejumlah barang berupa macbook, sebuah tas, hardisk milik Kantor Staf Kepresidenan, pin Sekretariat Militer Istana Kepresidenan, kartu nama Kantor Staf Presiden, dan uang tunai senilai Rp 3,3 juta pada 8 Juni 2018 pukul 17.11 WIB.

Rayakan HUT Jakarta ke-491, Pemkot Jakarta Timur Selenggarakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Menurut informasi yang diterima Kompas.com, pada hari kejadian pukul 16.50 WIB, Armedya keluar dari kawasan Istana Kepresidenan dan menuju ke arah Kota Tua melalui Jalan Gajah Mada.

Sesampainya di pertigaan Jalan Gajah Mada dan Jalan Mangga Besar, ada pengendara lain yang memberitahukan bahwa ada bagian mobil Armedya yang rusak. Dia sempat tak menggubris.

Namun ketika ada pengendara lain lagi yang mengingatkan Armedya terkait hal yang sama, dia memutuskan menepikan mobilnya di sekitar Gedung Citywalk, Gajah Mada. Di situlah Armedya baru menyadari sejumlah barangnya telah dicuri. (Sherly Puspita)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Kapten Pencuri Barang Pegawai Kantor Staf Kepresidenan Tewas Didor Polisi

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved