Cerita Wardani, Pria yang Selama 30 Tahun Jadi Pedagang Stampel

Ke depannya dia berharap agar pengusaha kecil seperti dirinya bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah

Cerita Wardani, Pria yang Selama 30 Tahun Jadi Pedagang Stampel
TribunJakarta.com/Rafdi Ghufran Bustomi
Wardani (55) saat menjajakan stampel dagangannya di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara Senin (9/7/2018) 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Rafdi Ghufran

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Sudah 30 tahun lamanya Wardani (55) menggeluti profesi sebagai penjual stampel.

Bahkan Wardani mengaku telah menjalani profesinya tersebut semenjak masih ada di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Saat ditemui TribunJakarta.com di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Warsani mengaku setahun ke belakang dagangannya semakin sepi.

Hal itu karena selama satu tahun terakhir dia pindah ke Kebon Bawang setelah sebelumnya dia menjajakan dagangannya di Pos IX, Pelabuhan Tanjung Priok.

"Udah 30 tahun lebih, dari zaman SMA. Dulu mah rame waktu masih di Pos IX, nah abis pindah kesini malah jadi sepi," kata Wardani Senin (9/7/2018).

Trotoar di Sepanjang GBK Hingga Bundaran HI Kelar Direnovasi pada 31 Juli 2018

Jika dulu Wardani mampu menjual enam stampel dalam sehari, semenjak pindah lokasi berdagang hanya laku dua buah per hari.

Hal itu pun berimbas pada penurunan pendapatan Wardani yang setiap harinya hanya mampu membawa pulang Rp 50 ribu.

"Dulu mah sehari bisa enam, sekarang mah palingan dua. Sehari juga kadang-kadang cuma dapet Rp 50 ribu," ujarnya kepada TribunJakarta.com.

Walau pun penghasilannya pas-pasan, dia mengaku mampu mencukupi keluarganya, bahkan kini kedua anaknya sudah ada yang menikah dan bekerja.

Stampel yang dijual Wardani pun memiliki harga yang bervariatif, mulai dari Rp 30 ribu hingga yang paling mahal Rp 60 ribu.

Tidak hanya stampel, dirinya juga mengaku mampu melayani jasa perbaikan plat nomor kendaraan yang rusak.

Ke depannya dia berharap agar pengusaha kecil seperti dirinya bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Penulis: Rafdi Ghufran Bustomi
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved