Breaking News:

Piala Dunia 2018

Rusia 3 - 4 Kroasia, Karakter Juara Subasic Jadi Kunci Kemenangan

EPOS alias cerita kepahlawanan Danijel Subasic terus berlanjut. Ia jadi pahlawan Kroasia dengan menepis tiga tendangan penalti

PIERRE-PHILIPPE MARCOU/AFP
Para pemain Kroasia merayakan kemenangan atas Rusia lewat adu penalti pada perempat final Piala Dunia 2018 di Fisht Arena, Sabtu (7/7/2018). 

Tak Ingin Adu Penalti Lagi

Luka Modric tak mau terlalu lama larut dalam kebahagiaan setelah mengantarkan timnya ke semifinal Piala Dunia 2018.

Ia fokus ke laga selanjutnya kontra Inggris pekan depan (15/7/2018).

Ia menyebutkan, dua laga terakhir yang dimenangkan dengan adu penalti, sudah lebih dari cukup.

Setelah mengalahkan Denmark lewat tos-tosan 3-2 (2/7) di babak 16 besar, tim berjuluk The Vatreni ini kembali harus adu penalti saat mengalahkan tuan rumah Rusia 4-3 di perempatfinal kemarin.

Dengan demikian, pasukan Kroasia ini bermain total selama 510 menit dalam dua laga terakhir.

Sedang calon lawan mereka, Inggris hanya bermain 480 menit, lebih irit 30 menit, dalam dua laga terakhir.

Tim Tiga Singa menang normal 2-0 atas Swedia kemarin, setelah sebelumnya bersusah-payah mengakhiri perlawanan Meksiko lewat adu penalti 3-4 (4/7/2018).

"Harusnya kami bisa menyelesaikan pertandingan di waktu normal, tanpa perlu ke babak tambahan, apa lagi adu penalti. Tapi mungkin sudah ditakdirkan kami harus melalui drama ekstra ini," ujar sang kapten.

Ia bertekad, melawan Inggris nanti timnya harus bisa menang secara normal.

Alasannya sederhana, ia tak ingin tenaga timnya terkuras untuk laga final mendatang.

"Kami baru saja menorehkan sejarah hebat, tapi kami ingin melangkah lebih jauh lagi," ujar Modric yang terpilih sebagai man of the match di laga tersebut.

Kontribusi gelandang Real Madrid ini memang patut diacungi jempol.

Ia tak hanya menyumbangkan assist untuk gol Domagoj Vida pada menit ke-101, dan sukses mengeksekusi penalti.

Tapi juga terus menjadi motor serangan tim sepanjang pertandingan.

Gelandang serang 32 tahun ini total melepaskan tiga tendangan akurat, dan empat umpan kunci.

Ia juga jadi pemain yang paling banyak menyentuh bola, 140 kali.

Selain itu, ia jadi pemain paling rajin melepaskan umpan, sebanyak 102 umpan, dengan 87,3 persen sukses.

Namanya kini mulai digadang-gadang sebagai salah satu kandidat pemain terbaik.

Namun, Modric yang juga sukses mengantar Real Madrid meraih tiga kali trofi Liga Champions secara beruntun ini, mengaku tak terlalu memikirkan pencapaian prestasi pribadi.

"Yang paling penting saat ini adalah tim ini bisa mencapai prestasi tertinggi. Dan rasanya kami pantas mendapatkan itu," ujarnya optimistis.

Penulis: deny budiman
Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved