Cerita Yanto, 35 Tahun Menggantungkan Hidupnya dari Barang Bekas

"Sekilo saya beli dari warga harganya Rp 3 ribu, nanti saya jualnya paling ngambil untung Rp 200," ujarnya kepada TribunJakarta.com.

Cerita Yanto, 35 Tahun Menggantungkan Hidupnya dari Barang Bekas
TribunJakarta/Rafdi Ghufran
Yanto (52) saat menjalani profesinya sebagai tukang loak di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara Rabu (11/7/2018) 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Rafdi Ghufran

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Sudah 35 tahun lamanya Yanto (52) menggantungkan hidupnya yang berprofesi sebagai tukang loak.

Sehari-hari dia berkeliling di permukiman masyarakat mencari barang-barang bekas yang hendak dijual oleh warga.

Tipu-tipu Daftar Sekolah Pakai SKTM: Punya Motor 250 CC, Rumah Besar, Mobil dan Oknum

Saat ditemui TribunJakarta.com di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara dirinya mengaku mencari aki bekas, besi, kardus dan sebagainya untuk nantinya akan dijual kembali.

"Sehari-hari nyari barang bekas nggak ke pakai aja, kita keliling Kalonasa yang jual ya kita beli. Nantinya barang bekasnya saya jual lagi," kata Yanto Rabu (11/7/2018).

Untuk setiap kilogram besi bekas milik warga dibeli Yanto seharga Rp 3 ribu, nantinya besi itu akan dijual lagi dengan harga yang sedikit lebih tinggi.

"Sekilo saya beli dari warga harganya Rp 3 ribu, nanti saya jualnya paling ngambil untung Rp 200," ujarnya kepada TribunJakarta.com.

Perancis Pecahkan 2 Rekor Sekaligus: Satunya Sudah Berumur 60 Tahun

Tidak seperti dulu, kini Yanto hanya mampu berkeliling di sekitar kota Jakarta Utara, hal itu karena fisiknya yang mulai melemah.

"Setiap hari muternya di sekitaran Jakarta Utara aja, soalnya kaki udah mulai nggak kuat, nggak kayak dulu," imbuhnya.

Tali Kemudi Putus, KM Roma Parsaulian yang Mengangkut Rombongan Pesta Nyaris Tenggelam di Danau Toba

Bekerja sebagai tukang loak membuat penghasilan Yanto dalam sehari tidak menentu, bahkan terkadang dia terpaksa harus pulang dengan tangan kosong.

Meski begitu ayah tiga anak ini selalu berusaha untuk mencukupi keluarganya, bahkan kini salah anaknya berhasil kerja di perusahaan ternama.

"Penghasilan ga nentu, kadang sehari ga dapet apa-apa, tapi buat keluatga saya usahain terus. Alhamdulillah sekarang anak saya udah ada yang kerja," tandasnya.

Penulis: Rafdi Ghufran Bustomi
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved