Breaking News:

Siapa Sebenarnya Tionghoa Peranakan atau Totok? Simak Ulasannya

Pertama, warga Tionghoa di Jawa yang sangat berbaur dengan budaya dan masyarakat setempat. Bahasa dan adat Jawa menjadi bagian utama dalam kehidupan

Editor: Erik Sinaga
Buku Peranakan Tionghoa Indonesia Sebuah Perjalanan Budaya 

TRIBUNJAKARTA.COM- Selama ini yang kita tahu, etnis Tionghoa di Indonesia, terbagi dalam dua kelompok: Totok dan Peranakan.

Totok adalah kaum migran (serta keturunannya) yang terus mempertahankan bahasa dan budaya dari tanah leluhur.

Perancis Pecahkan 2 Rekor Sekaligus: Satunya Sudah Berumur 60 Tahun

Sedangkan Peranakan, mereka yang sudah berasimilasi dengan bahasa dan budaya lokal.

"Pembedaan demikian tidak sepenuhnya keliru, tetapi bermasalah dan tidak memuaskan," tulis Ariel Heryanto, sosiolog dari Monash University.

Ariel berpendapat, warga Tionghoa di Jawa jauh lebih majemuk ketimbang pembedaan dua kelompok tadi.

Dia bahkan membedakan menjadi lima kelompok berlainan. Mereka dibedakan atas kiblat dan selera budaya.

Setiap kelompok bisa mempunyai lebih dari satu corak budaya, tetapi masing-masing punya satu corak paling dominan.

Tipu-tipu Daftar Sekolah Pakai SKTM: Punya Motor 250 CC, Rumah Besar, Mobil dan Oknum

Pertama, warga Tionghoa di Jawa yang sangat berbaur dengan budaya dan masyarakat setempat. Bahasa dan adat Jawa menjadi bagian utama dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, di kota-kota Jawa dan hingga tahun 1940an, sangat menonjol sosok warga Tionghoa yang hidupnya berkiblat ke Eropa, khususnya Belanda. Sebagian berhasil menjadi sangat ke-eropa-eropa-an.

Ketiga, warga Tionghoa yang memilih berkiblat pada bahasa, budaya, politik atau sejarah Republik Rakyat Tiongkok.

Halaman
123
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved