Sudah Teraliri Listrik, Tes Persinyalan MRT Bisa Dimulai
Anies yang hadir di lokasi untuk meresmikan penyambungan listrik secara tersebut mengatakan jika uji coba MRT Jakarta sudah bisa dilakukan.
Penulis: Suci Febriastuti | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Gardu Distribusi Listrik (Receiving Substation/RSS) buatan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang bertempat di Taman Sambas, Jakarta Selatan, Jumat (13/7/2018) mulai dialiri listrik.
Listrik tersebut nantinya akan mengalir di sepanjang koridor fase I MRT Jakarta yaitu, dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hilir Indonesia (HI).
"Pengerjaan ini karena menjadi seperti jantungnya bagi kerja MRT karena dr sini lah disuplay seperti darah sebuah sistem badan, jadi disini disuplay listrik untuk seluruh kegiatan MRT fase pertama," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada wartawan di lokasi.
Anies yang hadir di lokasi untuk meresmikan penyambungan listrik secara tersebut mengatakan jika uji coba MRT Jakarta sudah bisa dilakukan.
"Ini sebuah milestone yang penting untuk MRT bisa segera menjalankan proses percobaan, jadi harapannya nanti bulan maret akan bisa tuntas," kata Anies.
Rancananya uji sistem persinyalan dilakasanakan pada akhir Juli bulan ini.
"Jadi kita berharap dengan adanya penyambungan dari dua gardu CSW (Centrale Stichting Wederopbouw) dan Pondok Indah tadi kita lihat di bawah mudah-mudahanan nanti proses uji tes sistem persinyalan bisa dimulai, akhir bulan juli ini bisa dilakukan," ujarnya.
Sampai saat ini progres MRT Jakarta fase I yang panjangnya mencapa 16 kilometer sudah mencapai 94,69 persen.
Dengan perincian pengerjaan proyek depo dan struktur layang 92,5 persen, serta struktur bawah tanah 96,87 persen.
Gardu Distribusi Listrik milik MRT Jakarta dibangun di atas dan bawah tanah, untuk yang di bawah tanah Anies mengatakan kemungkinan hal tersebut dapat dilakukan di tempat lain.
"Bagi DKI juga menarik karena fasilitas instalasi ini dibangun dibawah tanah, biasanya di atas tanah, ini pertama dibawah tanah, kita harap eksplor kemungkinan melakukan hal seperti ini banyak tempat," ujarnya.