Breaking News:

Pussy Riot, Beri 'Pesan' Melalui Aksinya Turun ke Lapangan di Pertandingan Final Piala Dunia

Salah satu pemain Kroasia, Dejan Lovren, membantu seorang pengunjuk rasa laki-laki untuk ditahan. Seorang wanita mengajak tos pemain Prancis, Mbappe.

Penulis: Ananda Bayu Sidarta | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Grafis Tribun Jakarta / Kevin C. Cox - Getty Images
Stewards menyeret seorang penyerbu keluar lapangan selama Final Piala Dunia 2018 antara Prancis dan Kroasia pada 15 Juli 2018 di Moskow, Rusia. 

Prigov sering menggunakan citra seorang polisi dalam puisinya, sebuah warisan yang diprotes oleh para pemrotes Piala Dunia dengan berpakaian seperti polisi.

Pada halaman Facebook Pussy Riot, band ini menjelaskan hubungan dengan Prigov dan mencantumkan tuntutan di balik aksi, termasuk kebebasan bagi tahanan politik dan izin untuk persaingan politik di Rusia.

Kelompok itu juga menyebutkan Oleg Sentsov, seorang pembuat film Ukraina dan pengkritik yang terang-terangan atas aneksasi Rusia atas Krimea yang dijatuhi hukuman 20 tahun penjara Rusia atas tuduhan terorisme.

Dia menyatakan mogok makan pada bulan Mei yang telah menjadi latar belakang politik yang sedang berlangsung untuk Piala Dunia Putin yang dinyatakan menang.

Presiden AS Donald Trump, yang akan bertemu dengan Putin untuk KTT di Helsinki pada hari Senin(16/7/2018), mengucapkan selamat kepada Prancis atas kemenangan Piala Dunia dalam sebuah tweet pada hari Minggu.

Dia juga mengucapkan selamat kepada Putin.

Selamat kepada Prancis, telah menunjukkan permainan sepakbola yang luar biasa, dan memenangkan Piala Dunia 2018. Selain itu, selamat kepada Presiden Putin dan Rusia karena telah menempatkan Turnamen Piala Dunia yang hebat, salah satu yang terbaik !

(*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved