Polisi Kantongi Ciri-Ciri Pelaku Begal di Cipayung

Kasat Reskrim Jakarta Timur AKBP Ida Ketut mengaku, telah mengantongi ciri-ciri beberapa orang yang diduga terlibat kejadian tersebut

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
Ilustrasi pemukulan dan kekerasan fisik (net) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Petugas kepolisian masih memburu sejumlah orang yang diduga sebagai pelaku pembegalan di daerah Cipayung pada Minggu (15/7/2018) dini hari.

Kasat Reskrim Jakarta Timur AKBP Ida Ketut mengaku, telah mengantongi ciri-ciri beberapa orang yang diduga terlibat kejadian tersebut.

"Ciri-ciri sudah kami kantongi, karena CCTV enggak ada jadi kami proses dari keterangan sejumlah saksi dan korban," ucapnya saat dikonfirmasi awak media, Senin (16/7/2018).

Menurutnya, saat ini pihaknya terus memantau beberapa orang yang diduga sebagai pelaku.

"Korban itu ngasih tahu beberapa ciri-ciri pelaku, tapi belum kami dalami lagi karena masih dalam perawatan, sesuai dengan yang disampaikan korban, saat ini sudah ada beberapa orang yang terus kami pantau," ujarnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan sejumlah bukti di lapangan terkait kejadian yang melukai seorang pemuda bernama Farhan Malik (20).

Selain itu, Ida Ketut juga menerangkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Polres di sekitar lokasi kejadian.

Penjual Makanan Temukan Pelanggannya Tewas dan Bau Busuk di Dalam Kamar

"Kami lacak terus sampai dapat, kami juga berkoordinasi dengan Polres sekitar, seperti Bekasi, siapa tahu saat mereka mengadakan giat, ada kesamaan ciri pelaku," kata dia.

Ida Ketut menjelaskan, sampai saat ini pihaknya masih belum mengetahui pasti motif dari penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut, karena dari sejumlah fakta di lapangan, tidak ada barang berharga milik korban yang hilang.

"Sampai saat ini enggak ada yang diambil, dugaan sementara masih perkelahian, bukan begal karena sampai sekarang motifnya belum ada motif mencari barang," ucap Ida Ketut.

Sebelumnya, peristiwa naas menimpa Farhan Malik (20) pada Minggu (15/7/2018) sekira pukul 00.30 WIB di atas Jembatan Munjul, Cipayung, Jakarta Timur.

Saat ia melintas di atas jembatan tersebut, tiba-tiba delapan orang yang mengendarai empat unit sepeda motor menghadangnya.

Kemudian, korban coba melakukan perlawanan sehingga ia terkena luka bacokan pada bagian tangan, kaki, dan punggung.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved