Tertunduk, Seorang Tersangka Penyuap Bupati Labuhanbatu tiba di KPK

Sembari menyeret koper putih, ES hanya terdiam tanpa memberikan keterangan kepada awak media. ES tampak dikawal petugas KPK.

Tertunduk, Seorang Tersangka Penyuap Bupati Labuhanbatu tiba di KPK
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Effendy Sahputra (ES), salah satu tersangka pemberi suap terhadap Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan serangkaian kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta dan Labuhanbatu, Sumatera Utara, Selasa (17/7/2018).

Lembaga antirasuah tersebut menetapkan Bupati Labuhan Batu, Pangonal Harahap (PHH), sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi terkait proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Labuhanbatu tahun anggaran 2018.

Selain Pangonal Harahap, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya dari unsur swasta. Mereka adalah Umar Ritonga (UMR) dan Effendy Sahputra (ES).

Pantauan Tribunnews.com, seorang tersangka yang dicokok di Labuhanbatu telah tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dia adalah Effendy Sahputra (ES) yang diduga sebagai pihak pemberi. Pemilik PT BKA (Binivan Konstruksi Abadi) itu datang pada pukul 15.53 WIB.

Dengan mengenakan kaos belang-belang warna oranye biru, ES tampak tertunduk.

Sembari menyeret koper putih, ES hanya terdiam tanpa memberikan keterangan kepada awak media. ES tampak dikawal petugas KPK.

Ia langsung memasuki ruang pemeriksaan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Sedangkan tersangka lainnya, kerabat dekat Bupati Pangonal, Umar Ritonga (UMR) hingga saat ini belum kunjung tiba di lembaga antirasuah tersebut.

Halaman
12
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved