Pilpres 2019

Ini Penjelasan Juru Bicara, Jusuf Kalla Jadi Pihak Terkait di Uji Materi Syarat Cawapres

"Jika negara membutuhkan dan sepanjang sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku tentunya Pak JK mengesampingkan kepentingan pribadinya," katanya.

Ini Penjelasan Juru Bicara, Jusuf Kalla Jadi Pihak Terkait di Uji Materi Syarat Cawapres
Tribunnews.com/ Jeprima
Wakil Presiden Jusuf Kalla 

Laporan Wartawan Tribunnews,com Rina Ayu Panca Rini 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Juru bicara wakil presiden Jusuf Kalla, Husein Abdullah, membeberkan alasan Jusuf Kalla yang mengajukan diri sebagai pihak terkait dalam uji materi masa wapres yang diajukan Perindo di Mahkamah Konstitusi.

"Karena Perindo menempuh jalur hukum mengajukan gugatan uji materi, tentunya Pak JK memberi dukungan upaya hukum tersebut," dalam konfirmasinya melalui pesan singkat, Sabtu (21/7/2018).

JK disebutkan Husein, merupakan orang yang langsung berkaitan dengan perkara yang didaftarkan Partai Perindo pada 10 Juli 2018 lalu.

"Karena pemohon dalam hal ini Perindo telah memutuskan mengusung nama Pak JK sebagai Cawapres. Dan pihak terkait langsung satu-satunya dalam gugatan atau uji materi ini adalah Pak JK," kata Husein.

Husein menegaskan posisi JK bukanlah penggugat, langkah JK dinilai Husein sebagai bentuk memperjuangkan hak konstitusional warga negara.

"Posisi Pak JK bukanlah sebagai penggugat tetapi pihak terkait. Sedangkan penggugatnya atau pemohon adalah Perindo. Dan apapun hasil uji materi tersebut bukan sekedar untuk kepentingan pribadi Pak JK tetapi kepentingan bagi setiap Warga Negara Indonesia ke depan," kata Ucheng sapaanya.

Sejak awal, disebutkan Husein, sebenarnya JK enggan ikut berlaga pada pilpres 2019.

Namun jika demi kepentingan negara dan diizinkan UU, tak menutup kemungkinan untuk kembali bertarung.

"Jika negara membutuhkan dan sepanjang sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku tentunya Pak JK mengesampingkan kepentingan pribadinya," kata Husein.

Diketahui, Partai Perindo mengajukan uji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ke Mahkamah Konsitusi.

Mereka menggugat Pasal 169 huruf n yang menghalangi Jusuf Kalla bisa maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2019.

Dalam pasal itu disebutkan capres-cawapres bukanlah orang yang pernah menjadi presiden atau wakil presiden sebanyak dua periode.

Berikut bunyi Pasal 169 huruf n:
Belum pernah menjabat sebagai presiden atau wakil presiden selama 2 (dua) kali masa jabatan dalam jabatan yang sama.

Gugatan perkara tersebut bernomor 60/PUU-XVI/2018 dan didaftarkan pada 10 Juli 2018 lalu.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jubir Jelaskan Alasan JK Ajukan Diri Sebagai Pihak Terkait Uji Masa Jabatan Wapres di MK

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved