Proses Pembaharuan Butuh Waktu Lebih, Dirut PT KCI: Terpaksa Jual Tiket Kertas
"Kami harap Minggu selesai, ternyata butuh waktu lebih lama," kata Wiwik pada wartawan.
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Direktur Utama PT KCI, Wiwik Widayanti mengatakan proses pembaharuan dan pemeliharaan sistem yang dilakukan sejak Sabtu (21/7/2018), diharapkan akan dapat selesai pada Minggu (22/7/2018) lalu.
"Kami harap Minggu selesai, ternyata butuh waktu lebih lama," kata Wiwik pada wartawan dalam konferensi persnya di Stasiun Juanda, Senin (23/7/2018).
"Ternyata ada beberapa hal yg perlu diperbaiki lagi, pada waktu itu sistem jadi banyak yg eror di stasiun sehingga ada perbaikan deploy ulang," lanjutnya.
Ia mengatakan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada hari Senin pagi, PT KCI mengambil keputusan untuk menjual tiket kertas seharga Rp. 3 ribu ke pengguna KRL.
• Richard Kyle Gunakan Kostum Dinosaurus saat ke Ulang Tahun El, Jessica Iskandar Akui Hal Ini
"Karena THB, tiket yg biasa digunakan tak bisa dipakai, kartu harian berjaminan, saat deploy tak bisa berjalan, jadi terpaksa jual tiket kertas ke pengguna KRL," ungkapnya.
Kebijakan ini merupakan upaya PT KCI melakukan upaya mitigasi sesuai SOP pada saat sistem tiket elektronik tidak berfungsi.
"Tadi pagi harga Rp 3 ribu. itu sudah sop. hanya digunakan saat sistem tak berjalan bukan dilakukan gratis, tidak," tambahnya.
• Sang Putra Jalani Operasi Karena Ada Benjolan di Kaki, Nikita Mirzani: Dia Kesakitan 2 Minggu Ini
Ia mengaku pihak PT KCI kemarin sudah keluarkan statement penggunaan tiket kertas ini.
Wiwik melanjutkan, bahwa kondisi sore ini di stasiun 79 stasiun semua sudah bisa terima KMT, THB maupun kartu bank sudah bisa diterima semua.
"Jadi dengan selesainya pembaharuan sistem tiket elektronik selanjutnya seperti biasa," tutur Wiwik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/direktur-utama-pt-kci-wiwik-widayanti_20180723_184739.jpg)