Pilpres 2019

Pengamat Nilai Pengajuan AHY Jadi Cawapres Bikin Kader Demokrat Cemburu

Pengajuan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sebagai calon wakil presiden timbulkan kecemburuan di antara kader Demokrat.

Pengamat Nilai Pengajuan AHY Jadi Cawapres Bikin Kader Demokrat Cemburu
Instagram
Ketua Komandan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat orasi 'Mendengarkan Suara Rakyat' di JCC, Senayan, Sabtu (9/6/2018) malam. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pengajuan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sebagai calon wakil presiden dapat menimbulkan kecemburuan di antara kader Demokrat.

AHY adalah putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

"Faktanya AHY adalah putra SBY dan sekarang diwacanakan jadi cawapres. Karier yang instan ini bisa dibaca hanya karena hubungan kekerabatan Ayahnya," ujar pengamat politik dan dosen pascasarjana Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing kepada Kompas.com, Selasa (24/7/2018).

Menurut Emrus, pengusungan AHY tak lepas dari hubungannya dengan SBY sebagai orang nomor satu di partai berlambang segitiga itu.

Emrus merasa tak heran jika sejumlah kader partai memilih keluar dan bergabung dengan partai lain.

Terakhir, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi mundur dari Partai Demokrat.

Kehadiran AHY secara tidak langsung menyingkirkan kader lain yang lebih senior dan berpengalaman secara politik.

Menurut Emrus, kaderisasi selama bertahun-tahun sia-sia karena kehadiran AHY.

"AHY yang belum seumur jagung ini sudah diberi jabatan (Komandan Satuan Tugas Bersama). Ini timbulkan kecemburuan sosial. Partai politik itu milik bersama, bukan milik pendiri," kata Emrus.

Menurut Emrus, idealnya siapapun kader yang akan diusung untuk menduduki jabatan tinggi harus memiliki pengalaman bertugas dari bawah.

Halaman
12
Editor: Y Gustaman
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved