Cerita Yuda, Remaja yang Suka Bawa Ular Berkeliling Naik Sepeda Motor
"Saya suka bawa jalan jalan juga sekalian edukasi ke masyarakat biar enggak takut atau langsung bunuh. Kasihan lah," katanya.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN- Yuda (19) acapkali berkeliling sepeda motor sembari membawa jalan-jalan ular kesayangannya. Tanpa rasa takut, ular tersebut dililitkan di lehernya.
Yuda mengaku kebiasannya itu sekaligus memberikan pendidikan kepada masyarakat agar tidak takut terhadap ular dan tidak harus membunuhnya.
"Saya biasanya suka mengajak jalan ular saya berjemur bergantian dengan ular lainnya. Saya suka bawa jalan jalan juga sekalian edukasi ke masyarakat biar enggak takut atau langsung bunuh. Kasihan lah, ular nyerang karena terancam kalau ular enggak diganggu ya enggak apa apa," katanya kepada TribunJakarta, di bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (27/7/2018).
Yuda menuturkan bahwa dirinya sangat menggandrungi hewan melata dan suka berdesis ini.
"Emang suka ular saya, perawatannya mudah. Engga makan setiap hari makan kayak anjing dan kucing. Kalau ular makan seminggu sekali. Burung puyuh dan tikus putih biasanya pakannya. Yang masih kecil kita kasih cicak atau tikus yang kecil masih merah. Kalau musim kawin mereka enggak mau makan sama ganti kulit mereka sensitif," lanjutnya.
Membawa ular berkeliling seluk beluk kota tak selalu berjalan lancar lancar saja, Yuda pun pernah terlilit oleh ularnya.
"Saya pernah kelilit tercekik oleh ular di motor, makanya saya berhenti mendadak di tengah jalan. Kalau kelilit ekornya dilepaskan jangan kepalanya dipegang, karena itu kuncinya," ujarnya.
Yuda memiliki dua jenis reptil di rumahnya yang selalu ia rawat.
"Ular saya ini Boa asal Amerika Utara, ada Piton juga ular tanah sama ular hijau. Saya juga punya dua biawak di rumah. Suka ngumpul di taman sama teman teman pencinta reptil juga," ungkapnya.
Ia pun beralasan bahwa dirinya suka membawa ular berkeliling untuk menjemur ular kesayangannya.
"Sering saya bawa motor siang siang begini ular itu pada dasarnya darah dingin, butuh dijemur. Tapi jangan kelamaan nanti bisa dehidrasi, kalau kekurangan cairan bisa sariawan," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/yuda-pencinta-ular-jumat-2772018_20180727_141559.jpg)