Gondol Emas, Pencuri di Depok Diduga Miliki Duplikat Kunci Rumah Jodi

Ia menjadi korban pelaku pencurian rumah kosong di Depok yang beraksi di sore hari.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ilustrasi Pencurian Rumah Kosong 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Jodi Zevanio (23) terpaksa harus merugi hingga belasan juta rupiah.

Ia menjadi korban pelaku pencurian rumah kosong di Depok yang beraksi di sore hari.

Tepatnya pada Kamis (26/7/2018) saat perhiasan emas senilai Rp 13 juta dan duplikat kunci mobilnya digondol pelaku.

Beraksi Sore Hari, Pencuri Rumah Kosong di Depok Gasak Harta Korban Belasan Juta Rupiah

Pelaku melakukan aksinya antara pukul 16.00 WIB hingga 18.00 WIB ketika Jodi pergi ke rumah kakaknya.

Meski sudah melaporkan kasusnya ke Polsek Sukmajaya, aksi pelaku masih menyisakan misteri bagaimana pelaku dapat masuk ke rumahnya dengan mulus.

Pasalnya tak ada tanda upaya buka paksa pintu dan jendela kediaman Jodi di Jalan Rokan 4 RT 06/RW O5 Kelurahan Bakti Jaya, Sukmajaya, Depok.

Sambut Asian Games, Warga Pondok Labu Buat Mural Percantik Lingkungan

"Waktu saya sampai pintu sama jendela dalam posisi tertutup, cuman pintunya memang enggak terkunci. Saya juga bingung bagaimana cara pelaku bisa masuk rumah saya tanpa mencongkel pintu atau jendela," kata Jodi di Sukmajaya, Depok, Jumat (27/7/2018).

Keheranannya kian bertambah lantaran pelaku mengetahui keadaan rumahnya sedang tidak berpenghuni untuk beberapa saat.

Aksi membuat Jodi menduga kalau pelaku memiliki duplikat kunci rumah kediaman yang baru dihuni sekira tiga bulan itu.

Dugaannya itu berdasarkan peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu saat menggunakan jasa pengemudi ojek online untuk mengantarkan kunci rumahnya.

"Sepertinya pelaku punya duplikat kunci rumah saya. Sekira dua hari lalu sih memang sempat pakai jasa kirim barang dari ojek online untuk ngirim kunci rumah. Waktu itu kunci ketinggalan di rumah kakak saya, jadi dikirim lewat ojek online. Memang waktu itu ngirimnya agak lama, padahal jaraknya dekat," ujarnya.

Menurut Jodi, jarak tempuh dari rumah kakaknya menuju kediamannya dapat ditempuh dalam waktu tak sampai 15 menit.

Namun butuh waktu hingga sekira 30 menit bagi pengemudi ojek online itu untuk tiba di mengantarkan barang itu.

Meski hanya dugaan, ayah dua anak ini berharap polisi dapat menyelidiki kemungkinan ini guna menangkap pelaku.

"Ini sih dugaan saya saja karena kemarin memang sempat kirim kunci rumah. Riwayat pesannya sih masih ada, jadi pelat nomor sama wajah pengemudinya masih ada. Intinya sih semoga pelaku cepat ditangkap polisi," lanjut Jodi. 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved