Pilpres 2019

Langkah JK Menjadi Cawapres Lagi Ada Campur Tangan Jokowi dan Megawati

Ada dorongan untuk menjaga stabilitas negara, sejumlah pihak meminta Jusuf Kalla tetap menjadi orang nomor dua di Tanah Air.

Langkah JK Menjadi Cawapres Lagi Ada Campur Tangan Jokowi dan Megawati
Istimewa
Rombongan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meninjau venue Track BMX Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (29/6/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sebenarnya Jusuf Kalla ingin berhenti dari dunia politik dan pemerintahan setelah jabatannya sebagai Wakil Presiden habis pada 2019.

Ada dorongan untuk menjaga stabilitas negara, sejumlah pihak meminta Kalla tetap menjadi orang nomor dua di Tanah Air.

Kalla pun mengajukan diri sebagai salah satu pihak terkait uji materi Pasal 169 huruf n Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang diajukan oleh Partai Perindo ke Mahkamah Konstitusi..

Harapannya, Kalla tetap menjadi calon wakil presiden pendamping Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Hal itu terungkap dalam wawancara Pemimpin Redaksi Kompas TV, Rosiana Silalahi dengan Kalla yang tayang pada Kamis (26/7/2018) malam.

"Ada suatu kepentingan pribadi dan kepentingan umum yang lebih luas. Secara kepentingan pribadi, saya ingin bahagia seperti itu (berhenti dari dunia politik dan pemerintahan). Tapi ada kepentingan yang lebih luas lagi sesuai dengan harapan semua pihak juga, ya saya harus dengar," ujar Kalla.

Kalla yang merupakan politikus Partai Golkar itu menampik bahwa pengajuan dirinya sebagai pihak yang akan ikut menjelaskan dasar argumentasi pasal UU Pemilu yang diuji adalah bentuk dari ambisinya untuk memegang kekuasaan.

Kalla menyebut, Presiden Joko Widodo beserta Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri adalah salah satu orang yang mendorongnya untuk menjadi pihak terkait dalam permohonan uji materi pasal yang mengatur mengenai masa jabatan presiden dan wakil presiden tersebut.

"Ya tentunya saya tidak akan maju tanpa suatu pembicaraan-pembicaraan sebelumnya (dengan Jokowi dan Megawati)," ujar Kalla.

"Sejak dulu, Ibu Mega memang mendukung saya, meminta saya untuk mendampingi Pak Jokowi. Mungkin dalam kesempatan ini, karena saya dengan Pak Jokowi sudah berjalan, ya saya tidak tahu apa di dalam perasaan atau hati Ibu Mega. Tapi yang paling penting, Ibu Mega selalu ingin pemerintahan ini stabil," kata dia.

Halaman
12
Editor: Y Gustaman
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved