Massa dari Berbagai Ormas Gelar Aksi di Alun-alun Kota Bekasi

Beberapa perwakilan massa sempat diterima audiensi dengan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto.

Massa dari Berbagai Ormas Gelar Aksi di Alun-alun Kota Bekasi
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Aksi unjuk rasa dari beberapa Ormas di Alun-alun Kota Bekasi, Jumat 27 juli 2018. Massa aksi menuntut dibebaskannya dua terduga kasus penyebar hoax dan ujaran kebencian yang ditahan di Polres Metro Bekasi Kota. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Ratusan masa dari organisasi masyarakat (ormas) Islam melakukan aksi unjuk rasa di lapangan alun-alun Kota Bekasi jalan Veteran, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat (27/7/2018).

Massa unjuk rasa menuntut agar Kepolisian Resort Metro Bekasi Kota membebaskan dua orang pelaku, diduga penyebar ujaran kebencian yang sempat terjadi selama momen Pilkada Wali Kota Bekasi berlangsung.

Keduanya adalah MS dan S. Mereka saat ini ditahan di Mapolres Metro Bekasi Kota Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

MS diduga menyebarkan hoax terkait janji calon Wali Kota Bekasi terpilih Rahmat Effendi, yang didalamnya berisi pembangunan 500 gereja serta dukungan para pendeta kepada calon petahan.

Sementara S, diduga menyebarkan hoax berisi ujaran kebencian tentang ajakan perang salib kepada pihak yang menyudutkan calon Wali Kota petahana Rahmat Effendi.

Jadi Caleg DPRD DKI dari PAN, Ayu Azhari Yakin Menang

Koordinator aksi, Irwan Saifullah menganggap, penangkapan kedua aktivis itu dianggap gegagah. Sebab, keduanya menyebarkan selebaran hoax di grup whatsApp dengan niat mengkonfirmasi.

"Keduanya ditangkap, padahal mereka itu ingin mengkonfirmasi dengan bertanya ke grup perihal kebenaran selebaran itu, Polisi harusnya menangkap pembuat dan penyebar pertana hox itu," kata Irwan.

Beberapa perwakilan massa sempat diterima audiensi dengan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto.

Indarto mengatakan, untuk kasus hoax yang diduga dilakukan S tidak dapat ditangguhkan. Sebeb, kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bekasi.

Sedangkan untuk kasus terduga pelaku MS, pihak akan mencoba mempertimbangkan keinginan pengunjuk rasa dengan tetap mengedepankan aspek hukumnya.

"Saya sudah beraudensi, mereka menganggap kami tebang pilih karena agama. Saya tegaskan, soal hukum kami tidak bicara suku, agama maupun ras, semua kita tegakkan tidak memandang golongan, mereka pun sudah mengerti tadi saya berikan penjelasan," kata Indarto.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved