Pohon di Median Jalan Proklamasi Depok, Layu dan Tidak Terawat

Pantauan TribunJakarta.com, median jalan yang seharusnya dapat berfungsi sebagai ruang terbuka hijau justru tak terawat.

Pohon di Median Jalan Proklamasi Depok, Layu dan Tidak Terawat
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kondisi pepohonan di median Jalan Proklamasi, Sukmajaya, Depok, Minggu (29/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Sejumlah pohon yang berdiri di median Jalan Proklamasi, Sukmajaya, Depok tampak layu dan tak terawat.

Pemandangan ini tampak sejak di sepanjang median jalan yang membentang dari dekat Jalan Baru hingga menuju jalan Kemakmuran Raya.

Selain layu, tanah yang menjadi sarana pohon untuk hidup terlihat kering dan tidak subur.

Aachdiat (54) selaku satu pemilik warung di Jalan Proklamasi menuturkan perawatan pohon di median jalan hanya disiram setiap beberapa hari sekali.

"Itu pohonnya cuman disiram saja sama truk tangki Pemkot Depok. Satu minggu paling dua kali disiram, biasanya pas siang," kata Aachdiat di Sukmajaya, Depok, Minggu (29/7/2018).

Perihal penyebab layunya pohon dan gersangnya tanah, Aachdiat menduga hal itu karena tidak adanya pupuk yang membuat tanah subur.

Menurutnya cara merawat pohon yang baik tidak hanya dengan sekedar menyiram seperti yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok.

"Saya enggak pernah lihat orang pemerintah ngasih pupuk. Padahal kalau mau merawat tanaman ya jangan cuman disiram. Apalagi ini posisinya di pinggir jalan. Banyak orang buang atau bakar sampah, pasti ngaruh ke pohonnya," ujarnya.

Kondisi pohon di median jalan ini disayangkan oleh Nafisatul (42) selaku warga Kecamatan Sukmajaya.

Alasannya, ia kerap melewati Jalan Proklamasi saat berbelanja kebutuhan sehari-hari di Pasar Agung.

"Enggak enak dilihat lah kalau kondisi pohonnya pada layu seperti sekarang. Padahal jalan ini banyak dilewatin warga yang mau belanja di Pasar Agung,"keluhnya.

Pantauan TribunJakarta.com, median jalan yang seharusnya dapat berfungsi sebagai ruang terbuka hijau justru tak terawat.

Meski tak sampai menumpuk, puing dan sampah berserakan di sepanjang median hingga terlihat kumuh.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved