Cerita Saudi Berjualan Bendera Merah Putih di Pasar Minggu
Menjelang hari besar tiba, Saudi (29) pergi menuju ibu kota untuk mencari peruntungan dengan mencari rezeki tambahan.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Menjelang hari besar tiba, Saudi (29) pergi menuju ibu kota untuk mencari peruntungan dengan mencari rezeki tambahan.
Ia datang ke Jakarta saat ini untuk berdagang bendera Merah Putih dan pernak pernik lainnya dalam rangka menyambut Kemerdekaan RI dan perhelatan olahraga akbar se-Asia, Asian Games 2018.
"Setiap hari besar khususnya di tiga musim dalam satu tahun, saya ke ibu kota untuk berdagang pernak pernik seperti bendera saat 17 Agustus, jualan petasan pas lebaran kemudian juga waktu tahun baru tiba," ujar Saudi kepada TribunJakarta.com di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (30/7/2018).
Menurut dia berdagang di Jakarta menjadi pendapatan tambahan untuknya menghidupi keluarga.
"Saya bekerja mencari penghasilan tambahan buat keluarga di ibu kota ini. Anak saya di desa masih kecil, selain bertani saya ke Jakarta untuk dagang. Ya lumayan," terang dia.
Ia menerangkan terkadang seharian dagangan benderanya tak dilihat pembeli.
"Tapi mulai pertengahan atau mendekati hari H, biasanya langsung banyak yang mau beli," ucap dia.
Di tiap musim berbeda, pendapatannya pun berbeda-beda.
"Kalau berdagang bendera Merah Putih, cuma 20 hari bisa dapat Rp 2,5 juta. Kalau saat bulan puasa tiba jualan kembang api, sebulan bisa Rp 4 juta. Karena kan kita kerja selama sebulan lamanya," aku dia.
Bendera yang ia jual bermacam macam ukuran dan juga harga.
Untuk bendera maupun umbul-umbul berkisar dari Rp 15 ribu hingga Rp 35 ribu, sedangkan pernak pernik bendera anak anak, gantungan kunci kisaran Rp 5 ribu.
"Menyambut Asian Games 2018, umbul-umbul cukup diminati oleh masyarakat terutama perkantoran," terang dia.
Saudi baru menyetor uang kepada pemborong bendera setelah menjajakan bendera hingga hari H.
"Barang dagangannya akan kita bagi dua kepada pemborong. Memang kalau bendera lebih enakan setoran, karena untungnya enggak jauh beda dengan yang beli sendiri benderanya buat dijualin. Tapi kalau pernak pernik seperti gantungan kunci atau bendera kecil itu dari uang saya sendiri beli di pasar kemudian saya jual," beber dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/penjual-bendera_20180730_123324.jpg)