Kemensos Minta Uang PKH Tidak Dibelikan Rokok

Pasalnya kebiasaan masyarakat miskin yang membelanjakan uang untuk rokok membuat kondisinya tidak akan bertambah baik

Kemensos Minta Uang PKH Tidak Dibelikan Rokok
Thinkstockphotos
Ilustrasi merokok 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kementerian Sosial RI melalui Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Harry Hikmat meminta masyarakat miskin yang mendapat kartu Program Keluarga Harapan (PKH) agar dapat memaksimalkan penggunaannya.

Ia bahkan melarang uang dari PKH dibelikan hal yang bukan merupakan barang kebutuhan, seperti rokok.

"Mengingatkan uang PKH tidak boleh untuk rokok," kata Hary di kantor Kominfo RI, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (30/7/2018).

Seharusnya, dikatakan Hary, masyarakat lebih membeli kebutuhan pokok untuk rumah tangga dari hasil PKH itu dibanding untuk rokok.

BNPB : 16 Orang Tewas, 355 Terluka dan Ribuan Orang Mengungsi Akibat Gempa di Lombok

Ia juga meminta agar para ibu rumah tangga untuk mengingatkan suaminya agar berhenti merokok.

Pasalnya kebiasaan masyarakat miskin yang membelanjakan uang untuk rokok membuat kondisinya tidak akan bertambah baik.

"Mengingatkan suami untuk mengurangi perilaku rokoknya, karena ternyata dari keluarga sangat miskin itu pengaruhnya besar, membuat mereka tidak terangkat," kata Hary.

"Karena uang rokok kan bisa dipakai untuk beli susu, makanan, untuk berobat untuk sekolah," tambahnya.

Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved