Pemasangan Jaring Waring Akan Diperpanjang ke Arah Hulu
Teguh menambahkan, jaring waring perlu ditambahkan lantaran di bagian hulu, tepatnya di dekat Stasiun Pompa Kali Sentiong, bau juga perlu dikurangi.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Kurniawati Hasjanah
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Kepala Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi DKI Jakarta Teguh Hendrawan mengatakan, pemasangan jaring waring di aliran Kali Item (Kali Sentiong) akan diperpanjang sampai ke bagian hulu.
Sebelumnya, jaring waring sudah dipasangi sejak beberapa pekan lalu di aliran Kali Item.
Jaring waring dipasang memanjang sampai sekira 689 meter dari jembatan Mato Kemayoran sampai ke kawasan Rumah Pompa Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, lokasinya berdekatan dengan Wisma Atlet Kemayoran.
Teguh menjelaskan, jaring waring akan diperpanjang sampai 200 meter, dari Jembatan Mato ke salah satu jembatan tak jauh dari Stasiun Pompa Kali Sentiong.
• JPU Hadirkan 2 Saksi Ahli, Ahmad Dhani Ungkap Rasa Bahagianya
Pemasangan direncanakan rampung dua sampai tiga hari ke depan. Saat ini, prosesnya sudah memasuki tahap pemasangan besi pengait untuk mencantolkan jaring.
"Nah ini kita lanjutkan dari Jembatan Mato itu sampai dengan jembatan yang di samping rumah pompa Kali Sentiong. Dua sampai tiga hari ini akan selesai. Itu lagi dipasang untuk cantolannya di sana. Kurang lebih sekitar hampir 200 meter lah," kata Teguh, Senin (30/7/2018) setelah meninjau Kali Item bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Teguh menambahkan, jaring waring perlu ditambahkan lantaran di bagian hulu, tepatnya di dekat Stasiun Pompa Kali Sentiong, bau juga perlu dikurangi.
"Jadi di sana juga kita pasang. Tapi kita batasi ya 200 meter lah," ujar Teguh.
• Heboh Transfer Dana Miliaran Kepada Caleg Artis, Ini Tanggapan Politisi NasDem Wanda Hamidah
Teguh mengatakan, pemasangan jaring waring ini bertujuan menyaring bau dari air Kali Item setelah tersengat sinar matahari.
Di musim kemarau, ketinggian air akan berkurang. Jaring dipasang supaya permukaan air tidak langsung terkena sinar matahari.
Dengan begitu, bau yang berevaporasi dari permukaan air akan tertahan dengan adanya jaring. Alhasil, bau tidak langsung menyebar ke kawasan sekitar Kali Item.
"Ini kan musim kemarau pastinya kan tinggi airnya akan lebih rendah, nah ini untuk mengurangi sinar panas matahari yang jatuh langsung kemari supaya bau menyengat itu tertahan di sini. Ada semacam filterisasi lah di sini," jelas Teguh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kadis-sda-dki-jakarta-teguh-hendrawan_20180730_193447.jpg)