Breaking News:

Pembunuhan M Amin (73 Tahun) Ternyata Sudah Lama Direncanakan Sang Istri dan Selingkuhan

"Tapi masih kita telusuri apakah ada motif lain sehingga keduanya nekat merencanakan pembunuhan terhadap korban," jelasnya

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Budi Nasuha Waruwu (kanan) memperlihatkan tersangka dan barang bukti kasus pembunuh bayaran di Mapolres Lhokseumawe, Jumat (13/10/2017) 

TRIBUNJAKARTA.COM, LHOKSEUMAWE - Tim penyidik Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Satreskrim Polres) Lhokseumawe mengklaim telah mendapatkan sejumlah fakta baru saat menyidik kasus pembunuhan yang menimpa M Amin (73), Peutuha Pueut Desa Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Salah satunya, rencana pembunuhan itu ternyata sudah disusun oleh kedua tersangka pada medio Juni lalu atau pada dini hari ketiga Lebaran Idul Fitri, 17 Juni 2018.

Demokrat-Gerindra Koalisi: Prabowo Jadi Capres, SBY Sarankan Visi Misi yang Simpel, Posisi Wapres

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha kemarin menyebutkan, untuk sementara kedua tersangka mengaku membunuh korban supaya keduanya leluasa menikah, mengingat mereka sudah memiliki hubungan asmara sejak tiga tahun lalu.

"Tapi masih kita telusuri apakah ada motif lain sehingga keduanya nekat merencanakan pembunuhan terhadap korban," jelasnya.

Saat menyusun rencana pembunuhan, mereka sepakat akan mengeksekusi korban dengan cara tidak berdarah.

"Mereka rencanakan akan mentutup wajah korban dengan bantal saat tidur di rumahnya. Lalu pelaku akan mendalihkan kematian korban seolah-olah karena serangan jantung atau sebab lain," ungkap AKP Budi Nasuha.

Kata BPJS Terkait Pengurangan Layanan Katarak, Persalinan Bayi Lahir Sehat, dan Rehabilitasi Medik

Rencana tersebut, lanjut Budi Nasuha, sempat hendak direalisasi kedua tersangka beberapa hari lalu, tapi urung terlaksana karena ketahuan oleh anak korban.

"Sedangkan sebelum melakukan pembunuhan di kebun, tersangka pria sudah menunggu kesempatan tersebut sejak satu pekan sebelum tanggal eksekusi," katanya.

Pada hari pembunuhan dilakukan, tersangka pria mengintai korban sejak pagi.

Saat sudah mengeksekusi korban, tersangka pria juga sempat menghubungi tersangka wanita yang tak lain adalah istri korban, melalui handphone untuk mengabarkan bahwa dia telah membunuh korban dan meminta seluruh percakapan mereka di handphone dihapus.

Halaman
12
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved