Jelang Musim Haji, Pedagang Oleh-oleh di Tanah Abang Siapkan Stok hingga Tiga Kali Lipat

Memasuki musim haji 2018, banyak sejumlah orang mencari berbagai macam souvernir ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Jelang Musim Haji, Pedagang Oleh-oleh di Tanah Abang Siapkan Stok hingga Tiga Kali Lipat
TRIBUNJAKARTA.COM/ANISA KURNIASIH
Lapak dagangan oleh - oleh haji milik Ali yang berada di Jalan KH . Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (31/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Anisa Kurniasih

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Memasuki musim haji 2018, sejumlah pedagang oleh - oleh haji di kawasan Pasar Tanah Abang memperbanyak stock.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ali, pedagang kaki lima yang berjualan berbagai macam souvenir dan oleh-oleh haji di jalan K.H Mas Mansyur Tanah Abang.

Kepada TribunJakarta.com, menyambut musim haji 2018 ini, Ali mengatakan bahwa ia telah menyiapkan stok dagangannya menjadi dua hingga tiga kali lipat seperti kurma, air zam-zam, kacang Arab, kismis, tasbih dan lainnya.

Diketahui bahwa sejak dulu, pasar Tanah Abang menjadi favorit para jemaah haji memborong oleh - oleh untuk sanak saudara dan kerabat yang menunggu kepulangannya.

"Kalau di bawa langsung dari sana (Mekkah) kan dibatasi seperti air zam-zam yang hanya lima liter per jemaah begitu pun untuk barang bawaan yang lain, jadi apa yang kurang biasanya belinya disini ( Tanah Abang)," ujar Ali, di lapak miliknya, Selasa (31/7/2018).

Menurut Ali biasanya yang berbelanja atau memborong perlengkapan oleh -oleh ialah pihak keluarga yang diberi kepercayaan oleh jemaah haji itu sendiri.

Bahkan tak tanggung - tanggung mereka ada yang berasal dari luar kota dan sengaja ke Tanah Abang untuk membeli oleh - oleh haji seperti kurma, kismis, tasbih, sajadah, kacang Arab dan lainnya.

Meski terlihat memiliki lapak yang tak terlalu besar, rupanya Ali bisa menerima seberapa banyak pesanan yang diinginkan pembeli dengan harga yang lebih murah dari pada di toko lain.

"Sebenarnya kalau masalah kualitas sih sama saja, karena sama sama dari importir juga, tapi yang beda kan lokasinya saja. Di toko mahal karena dia tokonya sewanya mahal, itu aja sih," tambah Ali.

Penulis: Anisa Kurniasih
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved