Kejari Depok Tuntut Bandar Sabu Internasional 16 Tahun Penjara

Selain hukuman penjara, dua bandar pemilik sabu seberat 2,5 kilogram itu didenda Rp 1,5 miliar oleh Sri.

Kejari Depok Tuntut Bandar Sabu Internasional 16 Tahun Penjara
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Ilustrasi Bandar Sabu-Tidak Terkait Isi Berita 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - M. Rendy Yuliana alias Ayung Batu (40) dan Sung Bui Lim alias Limpak Ad Sun Sun Kim (38) dituntut 16 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Depok Sri Wiyanti.

Selain hukuman penjara, dua bandar pemilik sabu seberat 2,5 kilogram itu didenda Rp 1,5 miliar oleh Sri.

"Menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP," kata Sri kepada terdakwa di Sukmajaya, Depok, Selasa (31/7/2018).

Sri menyebut penangkapan kedua terdakwa berawal dari informasi warga yang menduga adanya peredaran narkoba di Lapas Pemuda Tangerang.

Penjaga Homestay di Pulau Seribu Simpan Sabu dan Curi Uang Belasan Juta Penghuni

Dari informasi itu, Ayung dan Limpak berperan sebagai sosok yang mengendalikan peredaran sabu itu.

Pada Kamis (23/11/2017) Limpak menghubungi Ayung lalu memintanya pegi ke Pontianak untuk membeli sabu dengan menggunakan uangnya sendiri.

Rencananya uang pembelian yang berasal dari kantung Ayung akan diganti saat sabu sudah laku terjual.

Ini Kronologi Pengungkapan Sabu yang Dibawa Wadir Narkoba Polda Kalbar di Bandara Soekarno-Hatta

Selanjutnya, pada Sabtu (25/11/2017) Ayung tiba di Pontianak dan langsung menghubungi nomor telepon pemilik sabu yang diberikan Limpak.

"Terdakwa I (Ayung) disuruh mengambil bungkusan di tong bekas dekat Masjid. Sesudah diambil lalu terdakwa I langsung menuju Singkawang, Malaysia," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved