Ternyata Sarapan Memiliki Manfaat untuk Tingkatkan Kinerja Kognitif dan Prestasi Anak di Sekolah

Sarapan ternyata juga mempunyai pengaruh positif terhadap proses pembelajaran di sekolah termasuk kinerja kognitif dan prestasi di sekolah.

Ternyata Sarapan Memiliki Manfaat untuk Tingkatkan Kinerja Kognitif dan Prestasi Anak di Sekolah
shutterstock
Ilustrasi makanan. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sarapan adalah aktivitas yang harus dilakukan untuk mengawali hari, tidak hanya sekedar sarapan namun harus memenuhi 25 persen sumber energi yang dibutuhkan untuk beraktifitas sepanjang hari. 

Sarapan merupakan bagian gaya hidup sehat yang sebaiknya tidak dilewatkan dan sangat penting dilakukan karena faktanya tubuh tetap membutuhkan energi untuk bekerja bahkan saat kita tertidur karena organ tubuh tetap bekerja.

Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Ulul Albab, SpOG, meskipun saat tidur faktanya organ-organ tubuh seperti jantung, otak, pankreas dan sistem pencernaan tetap bekerja menjalankan fungsi-fungsinya sehingga tetap membutuhkan asupan energi rata-rata 30 – 35 kkall / kgbb sehingga butuh asupan gizi saat bangun.

Itulah yang menyebabkan mengapa saat di pagi hari kita kerap merasa lemas dan tidak berenergi.

“Pada saat istirahat tidur malam, terjadi metabolisme basal dimana organ tubuh tetap bekerja dan membutuhkan energi sehingga perlu asupan gizi saat bangun. Sehingga butuh sarapan bergizi agar tetap sehat dan siap konsentrasi” ujar dr Ulul Albab, SpOG di Jakarta, Selasa (31/7/2018).

Sarapan ternyata juga mempunyai pengaruh positif terhadap proses pembelajaran di sekolah termasuk kinerja kognitif dan prestasi di sekolah. 

Kinerja kognitif ini terutama dalam hal daya ingat dan kemampuan memperhatikan pelajaran di sekolah.

Kebiasaan sarapan juga berhubungan positif dengan kualitas nilai dan prestasi di sekolah, begitu pentingnya sarapan, namun sayangnya masih banyak anak usia sekolah yang melewatkan sarapan

Dengan alasan beragam, misalnya sulit membangunkan anak lebih pagi, anaknya sulit diajak sarapan, tidak cukup waktu untuk mempersiapkan sarapan di pagi hari atau takut terlambat ke sekolah. 

"Ini patut disayangkan mengingat sarapan ternyata memiliki korelasi erat dengan kerja otak dan pengaruhnya pada kemampuan konsentrasi dan berpikir akademis," katanya. 

Halaman
1234
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved