Belum Temukan Titik Terang, Polisi Periksa Empat Saksi Mata Pembunuhan Sopir Taksi di Tangerang

"Ada beberapa saksi mata dikejadian penemuan mayat dan beberapa di lokasi penemuan taksinya," kata Uka kepada TribunJakarta.com.

Belum Temukan Titik Terang, Polisi Periksa Empat Saksi Mata Pembunuhan Sopir Taksi di Tangerang
ISTIMEWA
Jasad Bernhard indrajaya, saat ditemukan warga di pinggir sawah di kawasan kampung cirengit RT 06/02 desa Pasirmuncang, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Polisi belum menemukan terduga pelaku pembunuhan sadis yang merenggut nyawa Bernhard Indrajaya (57), sopir taksi Express di Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Kapolsek Cisoka, AKP Uka Subakti mengatakan, jajarannya tengah meminta keterangan dari saksi - saksi kunci yang berada di lokasi kejadian, Kampung Cireungit, Desa Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.

"Ada beberapa saksi mata dikejadian penemuan mayat dan beberapa di lokasi penemuan taksinya," kata Uka kepada TribunJakarta.com saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2018).

Sejumlah barang bukti pun tak luput dari pemeriksaan polisi dan keterangan dari saksi mata di lapangan.

"Total yang diperiksa ada empat sedang di Polsek," sambung Uka.

Menurutnya, dari empat saksi, dua orang diantaranya adalah yang pertama kali menemukan mayat di pinggiran sawah pada hari Selasa (31/7/2018) sekira pukul 06.00 WIB.

"Dan dua saksi yang paling penting, mereka itu perantara untuk menjual mobil taksi curian milik korban," kata dia.

"Mobil itu tidak terjual, tapi kami punya petunjuk mengarah identitas pelaku. Kami kejar ke tempat tinggalnya," paparnya.

Kata Uka mobil bermerk Wuling tersebut tidak jadi terjual dan dari keterangan saksi tersebut mengarahkan kepada identitas pelaku.

"Bayang-bayang alamatnya pun sudah ada di kantong kami," tambah Uka.

Pria asal Sukabumi itu ditemukan tewas dengan beberapa luka dibagian tubuhnya Selasa (31/7/2018) diarea pesawahan di kampung Cireungit, Desa Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti.

Korban diduga menjadi korban pembunuhan karena terdapat luka bekas jeratan tali dilehernya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved