Gempa Lombok Disebut Picu Gempa Megathurst di Selatan Jawa, BMKG Angkat Bicara

Gempa Lombok disebut akan memicu aktifnya gempa megathrust Selatan Jawa-Selat Sunda, pihak BMKG angkat bicara.

Gempa Lombok Disebut Picu Gempa Megathurst di Selatan Jawa, BMKG Angkat Bicara
ISTIMEWA
Tim Evakuasi Gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BTNGR (Balai Taman Nasional Gunung Rinjani), tenaga medis, dan relawan telah berhasil mengevakuasi 543 orang dari Gunung Rinjani, Lombok. 

TRIBUNJAKARTA.COM  - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, isu terkait gempa Lombok yang akan memicu aktifnya gempa megathrust Selatan Jawa-Selat Sunda adalah kabar bohong (hoaks).

Kedua gempa tersebut dinilai memiliki sumber gempa yang berbeda dengan jarak yang sangat jauh.

"Itu hoaks, jangan percaya. Tidak benar kalau gempa Lombok akan memicu gempa megathrust Selatan Jawa. Video yang banyak beredar merupakan video lama dan tidak ada hubungannya dengan gempa Lombok," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan resminya, Jumat (3/8/2018).

Dwikorita menerangkan, gempa Lombok merupakan gempa yang mempunyai aktifitas yang berbeda dengan gempa Megathrust.

BNPB Beri Bantuan Rp 50 Juta kepada Korban Gempa Lombok

Gempa Lombok dibangkitkan oleh patahan aktif, adapun gempa Megathrust dibangkitkan oleh aktivitas tumbukan lempeng di zona subduksi.

Menurut Dwikorita, kabar bohong tersebut sengaja dihembuskan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menciptakan kepanikan di masyarakat.

Hingga saat ini, kata dia, belum ada cara ataupun teknologi untuk memprediksi secara tepat kapan, dimana, dan berapa kekuatan gempa yang akan terjadi.

"Potensi gempa kuat di zona megathrust selatan Jawa Barat-Selat Sunda seperti halnya zona Megathust Mentawai adalah hasil kajian yang siapapun tidak tahu kapan terjadinya," sebut Dwikorita.

Korban Tewas Gempa Lombok 6,4 SR Bertambah Jadi 17 Orang

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mempercayai kabar bohong yang banyak beredar lewat media sosial.

BMKG sendiri, tambah dia, terus menginformasikan prakiraan cuaca, maritim, penerbangan, iklim, kualitas udara, gempabumi, dan tsunami selama 24 jam penuh.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BMKG: Kabar Gempa Lombok Picu Gempa Megathrust Hoaks"

Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved