Asian Games 2018

Saling Sindir Anies dan Alex Noerdin Bahas Persiapan Asian Games

Gubernur Jakarta Anies Baswedan saling sindir dengan Gubernur Sumsel terkait persiapan Asian Games.

Tayang:
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Y Gustaman
YouTube Trans 7 Official
Anies Baswedan dan Alex Noerdin 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rr Dewi Kartika H

TRIBUNJAKARTA.COM - Jarak tempuh atlet dari Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Utara, ke venue membutuhkan waktu sampai 30 menit.

Soal jarak tempuh ini menjadi perhatian Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, yang mencoba membandingkannya dengan Palembang, karena tak selama seperti Jakarta. 

Palembang dan Jakarta menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Beberapa kali Alex Noerdin membanggakan kesiapan Palembang menyambut para atlet peserta Asian Games ketimbang Jakarta yang dipimpin Gubernur DKI Anies Baswedan.

Soal jarak tempuh atlet ke venue terungkap ketika Alex Noerdin, Anies Baswedan, Ketua INASGOC Erick Thohir, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menjadi bintang tamu dalam acara Mata Najwa yang tayang di Trans7 pada Rabu (1/8/2018) malam.

Bagaimana kisah selengkapnya? Mari Kita simak.

Bukan rahasia umum Jakarta identik dengan kemacetan.

Bahkan, untuk memperlancar transportasi atlet dari Wisma Atlet Kemayoran ke sejumlah venue, Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan Pergub tentang perluasan ganjil genap dibantu pihak kepolisian, ditambah dengan penutupan 19 jalan tol.

Dalam acara itu Alex lalu bertanya kepada Ketua INASGOC, Erick Thohir, soal waktu yang dibutuhkan atlet untuk sampai ke venue Asian Games 2018 di Jakarta.

"Sebentar saya mau tanya dulu, itu harus 30 menit ya?" tanya Alex Noerdin yang memakai jaket merah marun.

"Maksimal 34 menit," jawab Erick Thohir.

Alex Noerdin seolah membanggakan diri dengan menyebut di Sumatera Selatan, atlet hanya membutuhkan waktu 1 hingga 10 menit untuk sampai ke venue.

"Nah, kita di Jakabaring 1 sampai 10 menit jalan kaki," ucap Alex Noerdin tertawa sambil melirik kepada Anies yang duduk di sebelah kanannya.

Najwa kemudian menimpali hal itu dimungkinkan karena semua venue berada di satu kompleks.

Sementara Anies yang memakai jaket biru dongket hanya tersenyum.

"Itulah perencaan," tambah politikus Golkar itu.

Alex Noerdin semula ingin melanjutkan pembicaraan lain soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat disinggung sebelumnya, namun keburu dipotong Anies.

"Ya enak, karena bangunnya (kompeks Jakabaring Sport City) di tanah kosong," celetuk Anies Baswedan sambil tertawa ke arah Alex Noerdin.

Aksi saling sindir Alex Noerdin dan Anies Baswedan memancing tawa penonton yang hadir di studio Mata Najwa.

Alex Noerdin mencoba menjelaskan tanah kosong yang dimaksud Anies.

"Enggak Pak Anies. Kita enggak langsung jadi. Kita mengembangkan," Alex Noerdin membela diri tak mau kalah.

Melihat reaksi Alex Noerdin, Anies Baswedan mengatakan saling sindir seperti ini harus dihentikan.

"Sudah Pak Alex sudah cukup," ucap Anies Baswedan.

Tak hanya soal jarak tempuh waktu dari lokasi penginapan ke venue, Anies Baswedan dan Alex Noerdin juga saling sindir soal hal lainnya.

Anies sempat menyindir Palembang bisa mudah mempersiapkan venue Asian Games karena berpusat di satu titik.

Alex Noerdin tak terima venue Asian Games 2018 di wilayah kepempininannya disindir.

Anies Baswedan mengatakan lokasi venue Asian Games 2018 yang tersebar di beberapa wilayah Jakarta menjadi sebuah tantangan tersendiri.

Menurut Anies Baswedan venue Asian Games 2018 yang berada di dalam satu komplek, membuat tantangan Sumatera Selatan menjadi jauh lebih ringan.

"Tantangan kita ini lokasinya tersebar, jadi lain kalau seluruhnya satu komplek akan berbeda sekali, kalau di Sumatera Selatan lebih ringan tantangannya," ucap Anies Baswedan.

"Karena seluruhnya satu komplek (Jakabaring Sport City)," tambahnya.

Tantangan persiapan Asian Games 2018 di wilayahnya dianggap remeh, Alex Noerdin tak terima.

Ia menyebut pelaksanaan Asian Games 2018 menjadi mudah di Sumatera Selatan, karena memiliki perencaan yang baik.

"Karena seperti kata Pak Anies tadi, mulai dari rencana, karena rencananya sudah baik," jelas Alex Noerdin.

Namun Anies Baswedan kembali memberikan sindiran, menurutnya venue Asian Games 2018 di Sumatera Selataan memang sudah dibangun sejak Sea Games 2011.

"Jadi ada sisanya," celetuk Anies Baswedan, sambil tertawa.

"Jadi kita rencanakan satu tempat terintergrasi," imbuh Alex Noerdin.

Menurut Anies Baswedan venue Asian Games 2018 yang tersebar di beberapa wilayah Jakarta memiliki seni tersendiri ketika dikelola.

"Artinya di sinilah letak seninya mengelola, kita tidak membangun dari tanah kosong tapi justru mengelola yang sudah ada," ucap Anies Baswedan.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved