Fahri Hamzah Sebut Koalisi Pendukung Jokowi Bisa Pecah

Fahri mengatakan berat bagi Jokowi bila kemudian Golkar keluar koalisi karena usulan cawapresnya tidak diterima

Editor: Muhammad Zulfikar
Intagram/ Kolase TribunJakarta.com
Jokowi dan Fahri Hamzah 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memiliki pandangan lain soal konstelasi Pemilihan Presiden 2019 sekarang ini.

Dari perkembangan teraktual penjajakan koalisi, Fahri menilai situasi sulit justru berada di kubu Joko Widodo (Jokowi).

Kubu calon petahana itu kata Fahri, sulit menemukan titik temu atau kesepakatan mengenai siapa cawapresnya.

"Membaca Pak Jokowi paling sulit mencari titik temu. Saking sulitnya, bisa-bisa Pak Jokowi enggak dapet kursi. Prediksi saya belum berubah. Anda kira Pak Jokowi ini gampang, engga gampang bos. Apalagi kalau Pak JK (Jusuf Kalla) nanti enggak boleh dicalonkan lagi. Bubar ini bos," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, (3/8/2018).

Kesulitan tersebut selama ini dibungkus kubu Jokowi dengan menggelar sejumlah pertemuan yang seakan-akan menunjukan kesolidan.

Selain mengumpulkan Ketua Umum, Jokowi juga mengumpulkan Sekretaris Jenderal Partai calon pengusungnnya.

Sekjen PAN Sindir Kubu Petahana yang Tak Kunjung Umumkan Nama Cawapres

"Terus terang saja kalau orang dipanggil ke Istana, iya kan, sekjen-sekjen partai enggak jelas baru daftar dipanggil ke istana datang lah kan dia pakai jaket gagah-gagah kan, tapi belum jelas barang itu bos. Siapa bilang jelas," katanya.

Hal sebaliknya justru terjadi di kubu Prabowo. Fahri mengatakan poros oposisi relatif mudah untuk membangun koalisi dan menyepakati Cawapresnya. Prabowo menurut Fahri hanya memerlukan satu partai untuk memenuhi syarat ambang batas pencalon presiden.

"Dalam hal itu Pak Jokowi perlu dua partai. Minimal kalau PDIP dan Golkar mau. Tapi kalau PDIP dan Golkar pecah, bubar bos. Karena partai lain tuh enggak cukup. Ada gabung ini partai-partai, Nasdem, Hanura, PPP, ini belum cukup nih. Belum cukup. Kalau 4 baru cukup," katanya.

Fahri mengatakan berat bagi Jokowi bila kemudian Golkar keluar koalisi karena usulan cawapresnya tidak diterima. Sehingga menurutnya saat ini Jokowi sedang mempertimbangkan dengan matang siapa cawapresnya sehingga bangunan koalisi kokoh.

"Saya masih memprediksi bisa-bisa kalau ini pecah, Pak Jokowi engga dapat tiket," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fahri Hamzah: Jokowi Sedang Sulit Hadapi Pilpres

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved