Google Doodle Today: Mengenang Jasa Seorang Feminisme Lebanon, Anbara Salam Khalidi

Melalui aktivisme, terjemahan, dan tulisannya, seorang feminis Lebanon, Anbara Salam Khalidi, sangat memajukan tujuan hak perempuan di dunia Arab.

Grafis Tribun Jakarta / Google Doodle
Anbara Salam Khalidi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ananda Bayu Sidarta

TRIBUNJAKARTA.COM - Google Doodle pada hari ini, Sabtu (4/8/2018) menceritakan tentang seorang perempuan asal Lebanon.

Melalui aktivisme, terjemahan, dan tulisannya, seorang feminis Lebanon, Anbara Salam Khalidi, sangat memajukan tujuan hak perempuan di dunia Arab.

Khalidi dilahirkan dalam keluarga yang terkemuka di Lebanon pada tahun 1897.

Berkat status keluarganya, Khalidi diberi kesempatan yang sangat unik bagi wanita Lebanon di awal abad ke-20, untuk melakukan perjalanan melalui dunia Arab dalam mengejar pendidikan duniawi.

Studinya di luar negeri benar-benar transformatif, karena memungkinkan pemaparannya terhadap bahasa dan budaya yang berbeda melalui pembacaan dan perjalanan.

Perjalanannya mengubah hubungannya sendiri dengan kebebasan pribadi.

Sebagai seorang wanita bangsawan Lebanon, Khalidi mengenakan cadar penuh melalui masa remajanya.

Pada umur 15 tahun, dia melakukan perjalanan ke Kairo.

Kebebasan relatif dari wanita Mesir membantu mengilhami pendiriannya yang progresif terhadap norma-norma tradisional Lebanon, termasuk meninggalkan cadar tradisionalnya.

Pada tahun 1927, ia mengajar di Women's Renaissance Society dengan wajahnya terungkap meskipun ada kontroversi yang terjadi.

Khalidi berdedikasi untuk memajukan hak-hak perempuan melalui pendidikan, dan menulis kepada pers tentang penindasan yang dihadapi oleh para wanita Arab.

Anbara Salam Khalidi
Anbara Salam Khalidi ()

Dia juga menerjemahkan karya klasik Homer ke dalam bahasa Arab, sehingga orang lain dapat mengambil manfaat dari pendidikannya di luar negeri.

Pada usia 81 tahun, Khalidi menerbitkan memoarnya, yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Inggris dengan judul 'Memoirs of an Early Arab Feminist.'

M
Memoirs of an Early Arab Feminist ()

Doodle Hari ini menyoroti bagaimana Khalidi menggunakan kata-kata tertulis itu untuk menyebarkan pesan kesetaraannya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved