Bantuan Logistik dan Pasukan TNI Dikerahkan ke Lombok NTB Hari Ini

"TNI akan memberangkatkan tambahan pasukan dan bantuan, khususnya bantuan kesehatan yaitu tenaga medis, obat-obatan, logistik, tenda," kata Sutopo.

Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat ditemui awak media di Gedung BNPB, Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (31/7/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi dan penyisiran, usai gempabumi 7 SR yang mengguncang wilayah di Nusa Tenggara Barat pada Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kondisi malam hari dan sebagian komunikasi yang mati menyebabkan kendala di lapangan. Diperkirakan korban terus bertambah.

"Jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan. Tambahan bantuan logistik dan peralatan segera dikirimkan. 2 helikopter untuk mendukung penanganan darurat dikirimkan," kata Sutopo dalam keterangan yang diterima, Senin (6/8/2018).

Menurutnya, BNPB terus mendampingi Pemda, baik Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota terdampak.

Penanganan darurat terus dilakukan.

BNPB bersama BPDB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PU Pera, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian BUMN, SKPD, NGO, relawan dan lainnya terus melakukan penangan darurat.

"TNI akan memberangkatkan tambahan pasukan dan bantuan, khususnya bantuan kesehatan yaitu tenaga medis, obat-obatan, logistik, tenda dan alat komunikasi pagi ini," kata Sutopo.

Dirinya menjelaskan, fokus utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan dan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak gempa serta pemenuhan kebutuhan dasar.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, air bersih, permakanan, selimut, tikar, tenda, makanan siap saji, layanan trauma healing dan kebutuhan dasar lainnya.

"Kegiatan belajar mengajar di sekolah di wilayah Lombok Utara, Lombok Timur, dan Mataram akan diliburkan, karena dikhawatirkan bangunan sekolah membahayakan siswa. Akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu oleh petugas," kata Sutopo.



Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved