Cegah Tawuran Pelajar, Kadisdikbud Tangerang Selatan akan Laksanakan Dua Program Ini

Taryono mengatakan akan membuat acara yang diperuntukan kepada para pelajar dengan mendatangkan pihak TNI dan kepolisian terkait

Cegah Tawuran Pelajar, Kadisdikbud Tangerang Selatan akan Laksanakan Dua Program Ini
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Tawuran antar pelajar sekolah tingkat menengah atas terjadi di depan Pergudangan Taman Tekno, Jalan Puspiptek Raya, Kademangan, Setu,Tangsel, Selasa petang (31/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan (Tangsel), Taryono, memberikan tanggapan terkait demonstrasi yang menyuarakan terhadap sejumlah tawuran pelajar yang terjadi pada tahun 2018.

Ia bertemu sejumlah mahasiswa yang berunjuk rasa di depan gedung pemerintahan kota (pemkot) Tangsel yang mempermasalahkan terkait tawuran antar siswa dan antar pelajar.

Taryono mengatakan, aspirasi yang disampaikan sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat itu, sejalan dengan program penanggulangan tawuran yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus dan September mendatang.

"Mereka (mahasiswa) sampein masukan bahwa harus ada upaya-upaya kongkret dalam rangka pencegahan tawuran, tapi pemkot tangsel harus ada kepedulian.
Nyambung dengan program kami, terkait pencegahan kekerasan, penyalahgunaan narkoba dan radikalisme," ujarnya, Senin (6/8/2018).

BNPB Pastikan Isu 3 Gili akan Terkena Tsunami adalah Hoaks

Taryono mengatakan akan membuat acara yang diperuntukan kepada para pelajar dengan mendatangkan pihak TNI dan kepolisian terkait, pada minggu terakhir bukan Agustus.

Selain itu Taryono juga bakal ngadain CMORE Camp. Kegiatan yang membicarakan hal yang sama, demi menghindari para pelajar dan siswa dari tawuran dan kegiatan tercela lain, pada bulan September.

"Akan lebih intens, kita juga akan mengadakan CMORE camp, yang diantaranya pesertanya anak SMA dan SMK," ujarnya.

Taryono mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Banten, karena lingkup pendidikan tingkat SMA yang berada di wewenang provinsi.

"Kita sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan Banten, kalau boleh acaranya di SMK Sasmita," ujarnya.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, tawuran terakhir di Tangsel terjadi antar pelajar SMK Bhipuri Serpong dengan SMK Sasmita Jaya Pamulang, di Jalan Raya Puspitek, Setu, pada Selasa (31/7/2018) lalu.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved