Ini Asal Usul Adanya Nama Kawasan Kwitang di Jakarta Pusat
"Dulu asal dari nama Kwitang itu dari nama orang Cina Kwik Tang Kiam. Dia orang Cina pedagang obat-obatan,"
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Ilusi Insiroh
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Kwitang merupakan sebuah nama wilayah di bilangan Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Ada sejarah panjang mengapa nama daerah tersebut dinamakan Kwitang.
Menurut Syaiful Amri, Peneliti Kebudayaan Betawi, cikal bakal munculnya nama Kwitang berasal dari seorang tuan tanah keturunan etnis Tionghoa di Batavia kala itu.
"Dulu asal dari nama Kwitang itu dari nama orang Cina Kwik Tang Kiam. Dia orang Cina pedagang obat-obatan," ujarnya kepada TribunJakarta.com, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (6/8/2018).
Syaiful berkisah bahwa anak semata wayang dari Kwik Tang Kiam itu gemar berjudi dan mabuk-mabukan.
"Dia punya anak satu satunya yang gila judi mabok mabokan dan segala macam. Ketika dia kalah judi, dia selalu merebut secara diam diam surat surat tanah untuk dijual," katanya.
Suatu saat, Kwik Tang Kiam jatuh sakit, anaknya pun diam-diam mengambil surat tanah untuk dijual kepada orang Arab.
"Terakhir ketika sakit diambil dan dibeli kepada orang Arab. Sementara Kwik Tang Kiam itu orang baik yang mau bermasyarakat memang anaknya saja," lanjutnya.
Namun, bukan sekedar membeli saja, orang Arab itu pun mengetahui perangai dari seorang Kwik Tang Kiam sehingga tanah tersebut dinamakan Kwitang.
"Orang Arab itu juga merasa bahwa Kwik Tang Kiam adalah orang yang baik. Sehingga nama Kwik Tang Kiam dijadikan nama tempat menjadi Kwitang," terangnya.
Seiring dengan berjalannya waktu, wilayah Kwitang pun menjadi daerah yang terkenal menjadi tempat bermukim para habib.
"Tahun dulu itu sebenarnya awalnya orang Cina dulu disana. Ada sebuah masjid yang dibangun oleh Habib Ali Alhabsji sekitar tahun 1900an yang kini namanya Masjid Kwitang. Nah, Kwitang itu terkenal dengan habib, semua yang ilmu agamanya sangat luar biasa," terangnya.
Selanjutnya di wilayah Kwitang terdapat sebuah kali yang kala itu acapkali digunakan warga untuk berduyun duyun menuju bantaran kali untuk mencuci pakaian.
"Orang dulu banyak nyuci baju dan mandi ke kali Kwitang itu. Tapi sekarang di kali itu sudah banyak orang buang sampah sembarangan bahkan kotoran manusia juga ada. Ini kan menjadi sebuah luar biasa polusinya," tandasnya.
• Sandiaga Tanggapi Kritik Penerapan Ganjil Genap di Weekend: Saya Ingin Kualitas Udara Lebih Baik
• Penjelasan Soal Sederet Mitos Tentang Kehamilan, dari Pinggul Lebar Hingga Bentuk Perut
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/peneliti-budaya-betawi-syaiful-amri_20180806_145746.jpg)