Gempa Lombok Utara

Korban Meninggal Dunia 91 orang, 209 Luka-Luka, BNPB: Masa Darurat Gempa Lombok Hingga 11 Agustus

BNPB menyebut masa darurat pascagempa yang mengguncang Lombok dilakukan hingga 11 Agustus 2018.

Penulis: Ananda Bayu Sidarta | Editor: Erik Sinaga
Grafis Tribun Jakarta / Tribunnews.com - Reza Deni
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebut dampak gempa bumi 7 SR yang mengguncang wilayah di Nusa Tenggara Barat pada Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 WIB memberikan dampak yang luas.

Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi NTB, dari 82 orang meninggal dunia, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 65 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 orang, dan Lombok Timur 2 orang.

Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

Minimalisir Pelanggar Ganjil Genap, Dishub DKI Jakarta Targetkan Pasang 110 Rambu Peringatan

Menurut data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (6/8/2018) pukul 10.45 WIB, tercatat jumlah korban gempa bumi di Lombok yang meninggal dunia mencapai 91 orang, 209 orang luka-luka, ribuan rumah rusak, dan ribuan warga mengungsi.

"Saat ini korban meninggal dunia di Lombok hingga siang ini bertambang menjadi 91, dan kemungkinan terus bertambah," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/8/2018).

Mengutip informasi dari Tribunnews, BNPB menyebut masa darurat pascagempa yang mengguncang Lombok dilakukan hingga 11 Agustus 2018.

Dipensiunkan dan Tidak Punya Kerjaan, Mantan Kadis: di Neraka Enggak, di Surga Juga Enggak

"Masa tanggap darurat ini adalah perpanjangan dari penanganan dampak gempa 6,4 skala Richter yang terjadi pada tanggal 29 Agustus lalu," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/8/2018).

Jika melihat kerusakan yang ada saat ini, Sutopo mengatakan tidak menutup kemungkinan masa tanggap darurat nanti berkemungkinan akan diperpanjang.

"Baik di provinsi status tanggap darurat telah ditetapkan oleh gubernur NTB dengan tanggap darurat hingga tanggal 11 Agustus 2018," ujar Sutopo.

Sementara itu Sutopo mengatakan, kebutuhan mendesak yang dibutuhkan saat ini adalah tenaga medis, obat-obatan, serta makanan khususnya makanan cepat saji dan makanan balita.

"Kita membutuhkan banyak sekali, karena ribuan masyarakat masih berada di pengungsian dan tersebar di beberapa tempat, baik tenda pengungsian yang bersama-sama di lapangan, dan tenda untuk keluarga," ucapnya.

Selain itu Sutopo mengatakan sebagian warga pengungsi, juga tidak mau mengungsi ke tenda pengungsian, lantaran takut kehilangan harta berharga miliknya.

"Mereka tetap mengungsi di halaman rumahnya meskipun kondisi rumahnya hancur karena merasa nyaman masyarakat juga mengawasi harta milik mereka yang berada di rumah tersebut," ujar Sutopo.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved