Kilas Balik Gor Ragunan yang Kini Berubah Nama Menjadi PPOP

"Dulu nama Gor Ragunan yang beri nama Pak Ali Sadikin dengan lahan seluas kurang lebih 17 hektar," katanya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Ilusi Insiroh
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Lingkungan Gor Ragunan yang kini berganti menjadi Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Sebagian besar khalayak umum mengenal kompleks olahraga yang berdekatan dengan Taman Margasatwa Ragunan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan sebagai Gelanggang Olahraga (Gor) Ragunan.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, tepatnya di tahun 2016, nama Ragunan yang disematkan pada Gor itu beralih menjadi Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Hal itu diterangkan oleh Staff PPOP, Antoni Timbul Romulo di PPOP, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Kompleks olahraga Ragunan yang mengelola itu PPOP. PPOP itu milik pemprov DKI Jakarta. Karena memang asetnya pemerintah provinsi DKI Jakarta , namanya pun berganti jadi PPOP, sudah bukan Gor Ragunan lagi,"ujarnya kepada TribunJakarta.com saat dihubungi pada Selasa (7/8/2018).

Gor Ragunan diresmikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin.

"Dulu Gor Ragunan yang meresmikan Pak Ali Sadikin dengan lahan seluas kurang lebih 17 hektar," katanya.

Namun, kini nama telah diganti oleh PPOP sesuai dengan Peraturan Gubernur pada tahun 2016.

"Pada tahun 2016, Gor Ragunan berubah menjadi PPOP Jakarta berdasarkan Pergub nomor 4 tahun 2016 dan berubah lagi berdasarkan pergub nomor 367 tahun 2016," ujarnya.

Antoni melanjutkan bahwa PPOP bertujuan membina khususnya para pelajar DKI Jakarta untuk berprestasi di bidang olahraga.

"PPOP disini dibentuk untuk membina olahraga di tingkat pelajar se Jakarta. Alurnya kita membina olahraga yang akan berlaga di ajang Popnas. Jadi proses seleksi pun ada dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta seperti fisik dan psikologi. Disaring enggak sembarang diterima, bukan saja olahraga pendidikannya juga diutamakan," tutur Antoni.

Di lingkungan olahraga PPOP itu, berdiri Sekolah Khusus Olahraga (SKO) yang dikelola oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

"Di PPOP Jakarta ada juga SKO(sekolah khusus olahragawan) yg dibawah naungan kemenpora,yang dimana tempat latihannya di PPOP juga," paparnya.

Bukan sekedar nama saja, PPOP pun turut menelurkan atlet-atlet berkualitas yang akan berlaga di ajang Asian Games 2018 nanti.

"Atlet PPOP ada yang Asian Games, dari Gulat ada, silat juga. Yang jelas Andika Sulaiman. Kriteria yang diambil PPOP itu adalah bisa berprestasi, ketika seleksi masuk nanti ada gradenya. Nanti dibina disini," ungkapnya.

Saat ini PPOP tengah membina ratusan atlet dari belasan cabang olahraga yang ada.

"PPOP sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, selain melayani masyarakat umum, juga melayani pembinaan olahraga pelajar Jakarta, total ada atlet yang dibina 285 atlet dari 19 Cabang Olahraga," tandasnya.

Beredar Imbauan Gempa Susulan di Lombok Berkekuatan 7,5 SR, BNPB : Hoax, Jadilah Insan Pintar

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved