Breaking News:

Perjuangan Kakek Tunanetra Bekerja Sebagai Pemecah Batu dan Rela Santuni 75 Anak Yatim

Perjuangan kakek tunanetra bekerja sebagai pemecah batu dan rela mensatuni 75 anak yatim.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Erik Sinaga
YouTube/Trans7
Sarono 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sarono, Sosok kakek tunanetra pemecah batu dan rela menyantuni 75 anak yatim.

Ia kehilangan penglihatannya sekitar tahun 1994.

Dilansir dari kanal YouTube Trans 7, Sarono diundang menjadi narasumber di acara Hitam Putih yang tayang pada Senin (6/8/2018).

Timnas Indonesia Taklukkan Kamboja, Fajar Fathur: Kami Tak Takut Lawan Kami

Deddy Corbuzier selaku host Hitam Putih mengatakan, ada sosok kakek yang bekerja sebagai pemecah batu, masih bisa berbagi, menyatuni anak yatim.

"Kok bisa?" tanya Riko Ceper selaku Co-host.

"Nah itu dia, kok mau?" imbuh Deddy Corbuzier.

Kemudian, Sarono berusia 64 tahun itu tampil di acara Hitam Putih tersebut.

Sarono mengemukakan, di usia 40 tahun ia menjadi tuna netra.

Masuk Pesantren di Usia 5 Tahun, April Jasmine Ungkap Kondisi Terkini Putranya: Mommy Berusaha Kuat

"Pertama cuma pegel di tengkuk, lama-lama lari ke pandangan," tutur Sarono.

"Bukan hanya itu juga, istrinya juga menderita miom jadi keduanya enggak bisa punya anak," tutur Deddy Corbuzier.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved