Breaking News:

Perjuangan Kakek Tunanetra Bekerja Sebagai Pemecah Batu dan Rela Santuni 75 Anak Yatim

Perjuangan kakek tunanetra bekerja sebagai pemecah batu dan rela mensatuni 75 anak yatim.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Erik Sinaga
YouTube/Trans7
Sarono 

Sarono mengungkapkan, penghasilan menjadi pemecah batu itu tidak bisa ditentukan.

"Paling Rp 10 ribu per karung," tutur Sarono.

Meski penghasilannya tidak seberapa, Sarono kerap menyantuni 75 anak yatim.

Kapal Nelayan Makmur Timur Sempat Terombang-ambing 10 Hari di Lautan

"Rp 10 ribu pun tidak menentu kadang laku, kadang enggak. Tapi setiap hari ada Hamba Allah yang memberikan rezekinya untuk anak-anak melalui saya," paparnya.

"Kan kita getokin batu dipinggir jalan nih, mungkin ada Hamba Allah yang tersentuh karena tau saya punya anak Yatim dan dhuafa," sambungnya.

"Dari situ lah saya untuk jajan tiap hari dan bayar sekolah," tuturnya.

Sarono mengemukakan, kini dirinya lebih mengutamakan untuk menyekolahkan anak yatim dari PAUD hingga SMA.

Tak hanya itu, Sarono mengatakan, pihak sekolah memberikan keringanan saat mengetahui anak asuhnya berpendidikan di sekolah tertentu.

Ternyata dari kebiasaannya kerap membantu anak Yatim, tak disangka seorang anak yatim yang diurusnya kini telah bekerja.

Selanjutnya, keponakan Sarono datang dan menyalami sang paman.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved