Breaking News:

Perjuangan Kakek Tunanetra Bekerja Sebagai Pemecah Batu dan Rela Santuni 75 Anak Yatim

Perjuangan kakek tunanetra bekerja sebagai pemecah batu dan rela mensatuni 75 anak yatim.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Erik Sinaga
YouTube/Trans7
Sarono 

Sarono tampak tak menyangka akan kedatangan keponakannya itu yang ia urusin.

Suhu Panas, Orang Tua Ini Bersikeras Tolak Pecahkan Kaca Mobil Padahal Anaknya Terkunci di Dalam

"Ini keponakan saya yang dekat sama kita, yang sudah bekerja juga," imbuh Sarono.

Sarono menjelaskan, keponakannya kuliah mengambil jurusan administrasi perkantoran tetapi bekerja mendidik anak-anak kebutuhan khusus.

"Bekerja sambil kuliah," ungkap Ningrum.

Ningrum mengatakan, Sarono membantu dalam segi biaya meski bekerja sebagai getok batu.

"Bikin motivasi juga, dari kerjaan ketok batu di pinggir jalan dan panas-panasan, tapi kok bisa bantu anak-anak yatim termasuk saya sampe bisa kuliah," papar Ningrum.

Ningrum dalam kesempatan itu juga mengucapkan terima kasihnya karena telah dibantu Sarono.

Bahkan, kini saat dirinya bekerja juga kerap diberi uang saku.

"Saya enggak menyangka juga kalau Allah memberikan hidayah setelah nikmat pandangan mata diambil. Maka saya bersyukur kepada Allah SWT," tuturnya.

Menurut Sarono, apabila ia tidak mengalami kebutaan, ia tak akan mengenal anak yatim, saudara dan tetangga.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved