Breaking News:

Tuntutan Driver Terkait Kenaikan Tarif Dinilai Grab Membebani Pengguna Ojek Online

Ridzki menegaskan Grab telah berkomitmen menjaga kesejahteraan dan produktivitas mitra pengemudi dengan melakukan penyesuaian tarif.

TRIBUNJAKARTA.COM/SUCI FEBRIASTUTI
Ridzki Kramadibrata, Managing Director, Grab Indonesia di Cyber 2 Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/5/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Manajemen Grab Indonesia menilai kenaikan tarif menjadi Rp 3.000 per kilometer yang dituntut pengemudi membebani pengguna ojek online.

Demikian dikatakan Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Ia mengatakan, kenaikan tarif harus memperhatikan dua sisi yaitu pengguna dan pengemudi Grab.

"Kalau tuntutannya Rp 3.000 per kilometer, itu, kan, terlalu mahal, nanti pengguna lebih memilih naik taksi saja. Coba tanya mitra kami tentang tuntutan itu, mereka pasti setuju, tetapi kalau tarif naik bikin penumpang sepi, kan, kasihan juga mitranya (pengemudinya)," kata Ridzki di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2018).

Ridzki menegaskan Grab telah berkomitmen menjaga kesejahteraan dan produktivitas mitra pengemudi dengan melakukan penyesuaian tarif.

Driver Grab Ancam Demo Saat Pembukaan Asian Games 2018

Ramai Kejahatan Atas Nama Mitranya, Pihak Grab Respon dengan Cara Ini

Ia mengatakan, pihaknya telah menaikkan tarif Grab per Mei 2018.

"Perlu ditegaskan kenaikan tersebut tidak ada hubungannya dengan tuntutan yang berlangsung. Kami melakukan ini untuk meningkatkan pendapatan mitra," ujarnya.

Ia memaparkan ada tiga hal utama terkait peningkatan pendapatan dan tarif yang telah dilakukan Grab pada Mei 2018, yaitu:

1. Pendapatan mitra GrabBike di-review secara berkala telah mengalami peningkatan sebesar 12 persen per bulan dalam 3 bulan terakhir melalui peningkatan layanan GrabBike, GrabExpress, dan GrabFood.

2. GrabBike telah menaikkan argo minimum setiap perjalanan dari Rp 5.000 menjadi Rp 7.000 sehingga telah menaikkan tarif per kilometer dari Rp 1.600 menjadi Rp 2.300 untuk perjalanan jarak pendek.

3. Melalui peningkatan teknologi berdasarkan masukan mitra pengemudi aktif, GrabBike telah meningkatkan rata-rata tarif per kilometer dalam skala jauh di atas Rp 2.000. (Rindi Nuris Velarosdela)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Grab Anggap Tuntutan Pengemudi soal Kenaikan Tarif Terlalu Mahal",

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved