Berkunjung ke Yogyakarta, Jangan Lupa Nikmati Sate Kere Legendaris di Pasar Seni Gabusan Bantul

Malam itu, ibunda Asih yang bernama Barinah juga membuka lapak sate koyor di Bantul Ekspo tapi di sudut yang berbeda.

Berkunjung ke Yogyakarta, Jangan Lupa Nikmati Sate Kere Legendaris di Pasar Seni Gabusan Bantul
TRIBUNJOGJA.COM/SUSILO WAHID
Sate koyor buatan Asih saat dijajakan di Bantul Ekspo di Pasar Seni Gabusan, Bantul, Senin (6/8/2018) malam. 

Asih, biasa menawarkan paket seharga Rp 10 ribu berisi empat tusuk.

Tiap malam, satu ember sate berisi lebih dari 500 tusuk selalu habis dibeli para pengunjung Bantul Ekspo.

Sate koyor, atau sate kere, begitu orang banyak menyebut sate buatan Asih dan Mujari.

Sikapi Hasil Ijtima GNPF, Kapitra Ampera Sebut Ulama Dipakai Untuk Menaikan Elektabilitas Partai

Sate ini sudah melegenda dan belakangan masih jadi daya tarik banyak orang untuk menyantapnya.

Koyor, atau gajih (lemak) sapi sudah diakui banyak orang punya cita rasa unik.

Bau asap sate koyor saat dibakar, juga nikmat.

Nyaris tak ada beda, mengolah sate koyor dengan mengolah sate pada umumnya.

Hanya saja, menurut Asih, untuk meracik bumbu yang dipakai untuk melumuri daging koyor ini membutuhkan feeling yang pas.

Meski hanya memakai bumbu dapur pada umumnya, beda peracik bisa beda pula rasanya.

“Rezeki sudah ada yang mengatur. Saya buka dimana saja alhamdulillah selalu dicari pelanggan saya. Banyak yang buat sate koyor juga saya tidak masalah. Sudah banyak yang masih setia dengan sate koyor buatan saya padahal sudah mencoba sate koyor buatan lain,” kata Asih kepada Tribunjogja.com.

Halaman
1234
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved