Berkunjung ke Yogyakarta, Jangan Lupa Nikmati Sate Kere Legendaris di Pasar Seni Gabusan Bantul

Malam itu, ibunda Asih yang bernama Barinah juga membuka lapak sate koyor di Bantul Ekspo tapi di sudut yang berbeda.

Berkunjung ke Yogyakarta, Jangan Lupa Nikmati Sate Kere Legendaris di Pasar Seni Gabusan Bantul
TRIBUNJOGJA.COM/SUSILO WAHID
Sate koyor buatan Asih saat dijajakan di Bantul Ekspo di Pasar Seni Gabusan, Bantul, Senin (6/8/2018) malam. 

Malam itu, ibunda Asih yang bernama Barinah juga membuka lapak sate koyor di Bantul Ekspo tapi di sudut yang berbeda.

Cerai dengan Opick, Dian Rositaningrum Pakai Cara Unik Ceritakan Perjalanan Rumah Tangga Kepada Anak

Asih dan Barinah, merupakan penerus Pawiro Sadad, penjual sate koyor Beringharjo sejak puluhan tahun lalu.

Pawiro sadad diketahui merupakan ibunda Barinah atau nenek Asih.

Menurut Asih, neneknya itu menjadikan usaha sate koyor sebagai profesi utama sejak mulai pindah dari Imogiri ke Kota Yogyakarta, tepatnya di Dukuh, Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Sejak kecil, Asih biasa membantu orang tua dan neneknya mengolah sate koyor.

Namun keinginan Asih ikut mengolah sate koyor baru muncul ketika dewasa.

Sempat terancam terputus, generasi ketiga pembuat sate koyor Pawiro Sadad akhirnya diteruskan Asih.

“Waktu kecil cuma lihat ibu mengolah koyor, kadang bantu. Tapi mulai membuat sendiri saat sudah dewasa,” kata Asih.

Jadilah Asih mulai kini rutin berkeliling pasar malam, atau saat acara-acara kesenian di wilayah DIY bersama ibundanya, Barinah untuk menjajakan sate koyor nan legit.

Cara berjualan Asih memang berpindah-pindah, dari pasar malam satu ke pasar malam yang lain atau acara kesenian.

Halaman
1234
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved