Gempa Lombok Utara

Gempa Lombok, Lion Air Group Turun Langsung ke Lapangan Berikan Bantuan

Menurutnya, pihaknya terjun langsung ke-8 desa yang menurutnya mengalami dampak paling parang dari gempa tersebut

Gempa Lombok, Lion Air Group Turun Langsung ke Lapangan Berikan Bantuan
istimewa
Maskapai Lion Air Group saat memberikan bantuan logistik di delapan desa yang terkena dampak gempa di Lombok pada Minggu (5/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Lion Air Group turun langsung ke lokasi gempa yang mengguncang Lombok guna memberikan bantuan berupa pangan dan kebutuhan lainnya kepada korban bencana gempa.

Corporate Communications Lion Air Group Ramaditya Handoko mengatakan, hal itu sebagai upaya untuk dapat terus meringankan beban bagi para korban gempa yang menimpa beberapa titik di Pulau Lombok.

Menurutnya, pihaknya terjun langsung ke-8 desa yang menurutnya mengalami dampak paling parang dari gempa tersebut.

 "Terhitung ada 8 desa yang dihampiri oleh tim Lion Air Care yaitu Desa Kekait, Jeringo, Lembah Sari, Sandik, Pusuk, Batu Layar, Bengkaung, dan Malaka. Desa-desa tersebut dinilai memiliki tingkat presentase kerusakan yang  cukup tinggi hingga mencapai 80 persen," jelas Ramaditya melalui keterangan resminya, Rabu (8/8/2018).

Ia melanjutkan, bantuan logistik yang diberikan berupa kebutuhan makanan, minuman, dan perlengkapan lainnya yang dapat mendukung kegiatan sehari-hari para korban.

"Hal tersebut diharapkan dapat menunjang kemudahan dalam mengkonsumsi kebutuhan pokok yang cukup sulit didapatkan pada kondisi dan saat tersebut," sambung dia. 

Menurut Ramaditya, ke-8 desa itu terpilih lantaran lokasinya yang juga cukup jauh dari pusat kota.

Sehingga mereka kesulitan dalam mendapatkan bantuan serta kebutuhan air bersih untuk keseharian mereka. 

"Selain membantu meringankan beban para korban, Lion Air Care pun berkomitmen untuk dapat memberikan distribusi bantuan yang merata ke beberapa daerah yang berbeda sehingga dapat menjangkau banyak kalangan dari  beberapa desa yang terkena dampak," tukas Ramaditya.

Diketahui, pada Minggu (5/8/2018) gempa sebesar 7.0 SR mengguncang wilayah Lombok bahkan, terdapat peringatan tsunami pada pukul 18.48 WITA. 

Namun, peringatan tersebut dicabut pukul 21.00 WITA oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved