Polisi Gerebek Pabrik Narkotika di Perumahan Elite Tangerang

3.200 butir efidrin, 5.000 butir tablet berwarna putih, satu kilogran Ephedrin,13 box plastik soda api seberat 3.796 gram

Polisi Gerebek Pabrik Narkotika di Perumahan Elite Tangerang
TribunJakarta/Ega Alfreda
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi saat melakukan ungkap kasus di rumah pabrikan sabu di Perum Metland Jalan Kateliya Elok II nomor 1 B, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (8/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPONDOH - Polres Metro Jakarta Barat menggerebek pabrik narkotika jenis sabu di Perum Metland Jalan Kateliya Elok II nomor 1 B, Cipondoh, Kota Tangerang.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes pol Hengki Haryadi mengatakan jajarannya menemukan pabrik barang haram rumahan tersebut berdasarkan laporan warga.

"5 Agustus 2018 kami berhasil menemukan rumah pabrikan yang memproduksi sabu dan menangkap satu tersangka alias Phengchun sebagai produsen," ujar Hengki di lokasi kejadian, Tangerang, Rabu (8/8/2018).

Menurut Kapolres, dia telah melancarkan aksinya selama setahun lebih sejak Mei 2018.

 Pabrik sabu rumahan di kawasan komplek elite di Perum Metland Jalan Kateliya Elok II nomor 1 B, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (8/8/2018).
Pabrik sabu rumahan di kawasan komplek elite di Perum Metland Jalan Kateliya Elok II nomor 1 B, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (8/8/2018). (TribunJakarta/Ega Alfreda)

Tersangka Phengchun sendiri adalah pemain tunggal alias semua aktifitas produksi barang barang tersebut dilakukan sendiri.

"Semua dari beli bahan baku, proses penyulingan dan pembuatan sabu, serta penjualan dia lalukan seorang diri," ujar Hengki.

Dari hasil penggerebekan tersebut, 3.200 butir efidrin, 5.000 butir tablet berwarna putih, satu kilogran Ephedrin,13 box plastik soda api seberat 3796 gram, dua botol warna coklat berisi yodium seberat 1.000 gram diamankan.

Dari tindakannya, Phengcun disangkakan pasal 113 ayat (1) subsider pasal 114 ayat (2) UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Tersangka dikenakan ancaman pidana penjara maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup atau pidana maksimal 20 tahun penjara," tegas Hengki.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved